Kejari Tetapkan Satu Tersangka Hasil OTT di BPN Semarang

METROSEMARANG.COM – Kepala Sub Seksi Pemeliharaan Data Pertanahan, BPN Kota Semarang Windari Rochmawati, ditetapkan sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan petugas Kejari setempat.

Kajari Semarang memberikan keterangan terkait OTT di BPN Semarang. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Penetapan Windari sebagai tersangka dilakukan pada hari ini. Kepala Kejaksaan Negeri Kota Semarang, Dwi Samudji, menyebut tersangka dijerat atas tuduhan pungutan liar dan menerima gratifikasi.

Dwi menyebut Windari melakukan pungli dan gratifikasi sejak Oktober 2017 hingga diciduk Senin, 5 Maret kemarin. “Berkaitan dengan tindak lanjut penyidikan yang kemarin pada saat dilakukan penangkapan, kita tetapkan WR sebagai tersangka,” tegas Dwi.

Pihak kejaksaan, lanjutnya menjerat Windari dengan Pasal 12 e dan Pasal 11 UU Nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi.

Dalam pengembangan kasus OTT di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang, petugasnya mendapati total uang Rp 600 juta dari hasil yang diterima Windari. Uang tersebut ditemukan di meja kerja rumah kontrakan, mobil, dan tas milik Windari. Pada Senin kemarin, dari meja dan tangan WR ditemukan uang Rp 32,4 juta.

“Setelah kita amankan, kita lakukan penggeledahan, ditemukan sejumlah uamg perkiraan sejumlah Rp 600 juta. Ini baru sebagian,” papar Dwi saat memberikan keterangan di kantornya, Jalan Abdurahman Saleh, Semarang Barat.

Selain menangkap Windari, dalam OTT Senin (5/3) tersebut petugas juga mengamankan tiga orang lainnya, termasuk Kepala BPN Kota Semarang, Sriyono serta dua pegawai honorer. Namun ketiganya masih berstatus saksi.

“Siapa pun yang terlibat dan cukup bukti silakan untuk ditetapkan menjadi tersangka,” pungkasnya. (far)