Keluarga Minta Pembunuh Meta Diganjar Hukuman Maksimal

METROSEMARANG.COM – Keluarga Meta Novita Handayani berharap hukuman setimpal kepada pelaku. Pelaku dianggap telah merenggut kebahagiaan orang-orang yang mencintai ibu rumah tangga warga Perumahan Permata Puri tersebut.

Rekonstruksi pembunuhan Meta Novita Handayani di Perumahan Permata Puri, Senin (12/3). Foto: metrosemarang.com/efendi

Emi Hidayati (35), adik dari Meta mengaku sangat kehilangan atas meninggalnya kakak semata wayangnya. Ia menganggap Meta seperti sahabat sendiri. Pasalnya ia sempat kuliah dan tinggal satu kos bersama kakaknya.

“Saya sangat kehilangan, dari kecil bareng, kuliah juga bareng, pernah satu kos bareng juga. Saudara kandung saya cuma dia, sekarang kok sudah nggak ada. Saya harap hukuman buat mereka (tersangka) ya semaksimal mungkin,” kata Emi usai menyaksikan reka ulang adegan pembunuhan Meta, Senin (12/3).

Hingga kini, Emi masih heran dengan perbuatan pelaku. Padahal, menurut Emi kakaknya merupakan orang yang baik dan pandai bergaul. Selain itu, kakaknya juga merupakan orang yang tidak tegaan kepada pembantu.

“Kakak saya tu nggak pernah sengaja nyuruh-nyuruh buat ngerjain apa gitu sama pembantu, paling lewat ibu saya bilangnya gini ‘Buk, itu kamar mandinya udah dibersihin belum ya,’ gitu terus biasanya ibu saya yang nyampaiin ke pembantu,” imbuh Emi.

Emi juga mengatakan, ketika Meta berani melarang atau menyuruh YA untuk tidak berpacaran atau bahkan memberhentikan kerja, itu karena dia khawatir lantaran suaminya tidak berada di rumah.

“Ya mungkin kan khawatir ya, disana juga tidak ada laki-laki. Suaminya juga tidak sedang di rumah, makanya kan mungkin takut kalau pembantunya sering bawa cowok,” imbuh Emi.

Sedangkan kondisi anak bungsu korban, Ronako, Emi mengatakan kini masih mengalami trauma. Sempat dilakukan terapy psikologi untuk mengurangi rasa trauma yang dialami oleh anak tersebut.

“Sudah dilakukan terapi psikologi, memang katanya tidak bisa menghilangkan rasa traumanya, tapi bisa menutupi,” imbuh Emi.

Kini Ronako tinggal di Jogja bersama eyang dari ayahnya beserta kakak pertamanya yang masih SMP.

Dalam reka ulang adegan pembunuhan Meta, kedua tersangka, Rifai dan YA memeragakan sebanyak 36 adegan. Meski mendapat cemoohan warga, rekonstruksi berlangsung lancar. (fen)

You might also like

Comments are closed.