Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Kemenkumham Selidiki Aksi Pemalsuan Buku Karya Gus Mus

Kemenkumham Selidiki Aksi Pemalsuan Buku Karya Gus Mus

METROSEMARANG.COM – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jawa Tengah dan Yogyakarta tengah menyelidiki aksi pemalsuan sebuah buku edisi teranyar karya ulama karismatik asal Rembang, KH Mustofa Bisri.

Sosialisasi HKI di Bandara Ahmad Yani, Kamis (20/10). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Sosialisasi HKI di Bandara Ahmad Yani, Kamis (20/10). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

 

Menurut Kepala Kantor Kemenkumham Jawa Tengah dan Yogyakarta, Bambang Sumardiyono temuan itu dilaporkan oleh orang terdekat Gus Mus baru tiga minggu yang lalu.

“Kita tiga pekan lalu mendapat laporan ada perusahaan percetakan yang melakukan penggandaan buku karyanya Gus Mus tanpa izin. Makanya, kita sekarang lagi menggencarkan melakukan sosialisasi pentingnya hak cipta kepada masyarakat luas,” kata Bambang tanpa menyebut judul buku milik Gus Mus yang dipalsukan tersebut, Kamis (20/10).

Ia saat ini telah mengerahkan penyidik untuk mengusut kasus pemalsuan buku Gus Mus tersebut. “Misal ada pemalsuan barang dan merek, pasti kami selidiki. Dan itu jadi satu-satunya kasus di Jateng yang kini sedang mencuat ke publik. Apalagi ini karya Gus Mus yang punya banyak santri,” terangnya.

Akibat munculnya kasus itu serta rentetan kasus-kasus pelanggaran hak cipta tersebut, ia sejak hari ini mulai getol menggalakkan gerakan aksi simpatik Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di lobi Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang.

Menurutnya sosialisasi hak cipta kini dilakukan serentak di semua bandara yang tersebar di 33 provinsi Indonesia. Para penumpang pesawat pun kini patut memahami akan pentingnya sebuah karya yang dilindungi hukum.

“Kita sosialisasikan juga di SMA-SMA dengan memasang spanduk,” tandasnya. (far)