Home > METRO BERITA > Semarang ‘Musim’ Cacar Air, Kenali Gejalanya

Semarang ‘Musim’ Cacar Air, Kenali Gejalanya

image

SEMARANG – Dalam sepekan terakhir ini penyakit cacar air menjangkiti warga Semarang. Terutama pada anak usia sekolah dasar. Di SD Labschool Unnes salah satunya. Sejak Senin (29/9) lalu, 10 siswa dalam satu kelas terjangkit penyakit yang disebabkan infeksi virus varicella-zoster itu. Bagaimana gejala cacar air?

Penyakit yang ditandai dengan munculnya lepuh berair ini, menular melalui udara. Penderita sebaiknya dikarantina sampai lepuh berkeropeng.

Lalu, bagaimana gejala cacar air? Pada permulaannya, penderita cacar air atau varicella simplex akan merasa sedikit demam, pilek, cepat merasa lelah, lesu, dan lemah. Gejala-gejala ini khas untuk infeksi virus.

Pada kasus yang lebih berat, bisa didapatkan nyeri sendi, sakit kepala dan pusing. Beberapa hari kemudian timbul kemerahan pada kulit yang berukuran kecil yang pertama kali ditemukan di sekitar dada dan perut atau punggung lalu diikuti timbul di anggota gerak dan wajah.

Kemerahan pada kulit ini lalu berubah menjadi lenting berisi cairan dengan dinding tipis. Ruam kulit ini mungkin terasa agak nyeri atau gatal sehingga dapat tergaruk tak sengaja. Jika lenting ini dibiarkan maka akan segera mengering membentuk keropeng (krusta) yang nantinya akan terlepas dan meninggalkan bercak di kulit yang lebih gelap (hiperpigmentasi). Bercak ini lama-kelamaan akan pudar sehingga beberapa waktu kemudian tidak akan meninggalkan bekas lagi.

Hindari memecah lepuh atau lenting berair. Karena krusta akan segera terbentuk lebih dalam sehingga akan mengering lebih lama. Kondisi ini memudahkan infeksi bakteri terjadi pada bekas luka garukan tadi. Setelah mengering bekas cacar air tadi akan menghilangkan bekas yang dalam. Terlebih lagi jika penderita adalah dewasa atau dewasa muda, bekas cacar air akan lebih sulit menghilang (wikipedia.com). Demikan gejala cacar air yang wajib dwaspadai. (MS-06)