Home > METRO BERITA > Kenalkan Pilkada, Ribuan Siswa SMA 3 Semarang Ikut Pemilos

Kenalkan Pilkada, Ribuan Siswa SMA 3 Semarang Ikut Pemilos

METROSEMARANG.COM – Demi memperkenalkan konsep pemilihan umum (Pemilu) sejak dini, pengelola SMA Negeri 3 Semarang menggelar pemilihan umum ketua OSIS (Pemilos), pada Kamis (12/10).

Pelaksanaan Pemilos di SMA 3 Semarang, Kamis (12/10). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Pelaksanaan Pemilos diikuti para siswa dengan antusias di halaman SMAN 3. Deanisa Ayu, salah satunya. Ia mengatakan ada sedikitnya 2.000 siswa yang ikut menyemarakkan Pemilos untuk tahun ajaran 2017.

Ini, kata Nisa, panggilannya merupakan acara rutin tahunan guna memilih Ketua OSIS yang baru.

“Di sini ada enam TPS dengan jumlah anggota KPPS sebanyak 50 orang. Kami senang karena bisa meningkatkan pembelajaran tentang tata cara Pemilu sekaligus bisa belajar berdemokrasi,” ungkap siswi Kelas III IPA tersebut.

Lebih jauh lagi, pelaksaan Pemilos digelar seharian penuh dan dimulai sejak pukul 09.00 WIB pagi tadi. Ia menyebut ada tiga calon ketua OSIS yang saling berebut suara di tiap TPS.

“Ada tiga calon atas nama Nabil Omar Jidan, Fina Arisa dan Muhammad Urinadja. Kami sangat bersyukur karena pelaksanaan Pemilos tiap tahun dapat sambutan meriah dari para guru yang turut serta berpartisipasi,” jelasnya.

Henry Wahyono, Ketua KPU Kota Semarang mengapresiasi pelaksanaan Pemilos di sekolahan tersebut. Sebab, Pemilos tahun ini sengaja mengadopsi aturan yang ada di Pilgub Jateng 2018.

“Ini konsepnya kayak Pemilu. Kita juga menyesuaikan dengan UU yang berlaku. Kita juga memberikan bimbingan teknis sehingga mereka mudah memahami pelaksanaan di lapangan,” katanya.

Ia berharap ajang itu mampu menggoreskan kesan tersendiri saat mereka beranjak dewasa nanti. Misinya untuk membawa konsep berdemokrasi dan berkeadilan ke tingkat sekolah.

“Kami ingin membiasakan setiap pemilihan dilakukan dengan proses yang benar dan mempersiapkan calon PPS KPPS sejak dini. Apalagi dengan mengacu pada aturan yang baru, sekarang calon petugas Pemilu minimal berusia 17 tahun. Kan mereka kebanyakan tahun depan sudah berusia 18 tahun,” tukasnya. (far)