Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Kendal Siap Gantikan Batang Bangun PLTU

Kendal Siap Gantikan Batang Bangun PLTU

image
Ilustrasi PLTU

KENDAL – Wacana pemindahan lokasi pembangunan Pembangkit Listik Tenaga Uap (PLTU) dari Kabupaten Batang ditanggapi serius Pemerintah Kabupaten Kendal. Pemkab Kendal mengaku sudah menyiapkan lahan  PLTU jika memang dipindahkan dari Kabupaten Batang.

Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti mengatakan, rencana pembangunan PLTU di Kabupaten Batang masih polemik terkait pembebasan lahan.  “Begitu membaca surat kabar, saya langsung mengontak (menghubungi) Bapak Gubernur tentang informasi tersebut,” ujarnya.

Pembicaraan dengan Gubernur jawa Tengah, Ganjar Pranowo tersebut, Widya menyatakan telah mempersiapkan sedikitnya 2 ribu hektare lahan yang nantinya digunakan untuk didirikan PLTU. Lahan tersebut dipastikan jauh dari permukiman warga.

Kendati demikian, Widya masih merahasiakan lokasi yang dimaksud tersebut. Sebab, dikhawatirkan akan muncul spekulan-spekulan tanah. “Ada lahan lebih dari 2.000 hektare. Untuk lokasinya masih rahasia, dari Kaliwungu sampai Weleri. Nanti kalau sudah ada kebijakan dari Gubernur baru kita bicarakan lebih lanjut,” lanjutnya.

Pertimbangan Widya untuk menyatakan siap memberikan lahan dalam pembangunan PLTU lantaran dinilai akan meningkatkan perekonomian di Kabupaten Kendal. “Kita punya lahan, sudah masuk RTRW, dapat memberdayakan ekonomi daerah, tenaga kerja, serta nantinya kita juga akan membutuhkan enerji untuk industri,” papar dia.

Pemerintah Kabupaten Kendal, sebenranya sudah pernah menandatangani kontrak kerja bersama PT Adani Global tentang kerjasama pembangunan PLTU pada 2012 lalu. Kerjasama itu bertitel “Memorandum of Understanding”. Penandatanganan MoU tersebut merupakan tindak lanjut dari survei yang dilakukan oleh investor.

Namun, Widya memastikan bahwa kontrak itu telah habis dan pihaknya telah memutus kontrak lantaran dinilai tidak ada perkembangan yang signifikan. “Kerjasama dengan PT Adani Globe sudah habis dan sudah putus, karena tidak ada perkembangan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Chairul Tanjung menegaskan akan segera mengambil langkah pasti terkait tentang perbaikan insfrastruktur di Jawa Tengah. Untuk PLTU Batang yang terus terganjal masalah pembebasan lahan, sebenarnya bisa diatasi dengan memberlakukan Undang-undang (UU) Nomor 2 Tahun 2012 tentang pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum. Meski begitu proses pembangunan dengan UU tersebut akan memakan waktu cukup lama, kurang lebih tahapan satu tahun. (MS-05)