Home > METRO BERITA > Kepolisian dan Satpol PP Diminta Cegah Aksi Sweeping Tempat Hiburan

Kepolisian dan Satpol PP Diminta Cegah Aksi Sweeping Tempat Hiburan

METROSEMARANG.COM – Pelaku pariwisata di Kota Semarang mengkhawatirkan adanya aksi sweeping dari organisasi masyarakat (ormas) di tempat-tempat hiburan selama bulan Ramadan. Karenanya meminta para penegak hukum baik kepolisian maupun Satpol PP untuk mengantisipasinya.

Dialog interaktif bertema Tertib Aman Lebaran Nyaman yang digelar DPRD Kota Semarang di Star Hotel Semarang, Senin (29/5). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

”Bagaimana langkah antisipasi penegak hukum mengantisipasi sweeping oleh ormas di tempat-tempat hiburan, mengingat tahun-tahun sebelumnya terjadi,” kata penggiat wisata, Bambang Mintosih dalam dialog Tertib Aman Lebaran Nyaman yang digelar DPRD Kota Semarang di Star Hotel Jalan MT Haryono Semarang, Senin (29/5).

Pria yang disapa Benk Mintosih mengatakan, aksi sweeping membuat trust atau kepercayaan masyarakat terhadap tempat hiburan yang disweeping hancur. Padahal pengelola tempat hiburan telah susah payah untuk membangunnya, dan harus memulainya lagi dari awal serta lebih berat.

Kabid Ketertiban Umum dan Kententraman Masyarakat Satpol Kota Semarang, Martin Stevanus Dacosta mengatakan, Pemkot Semarang telah mengeluarkan surat edaran jam buka tempat hiburan selama bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Karena itu semua pihak termasuk ormas diharapkan untuk menghormatinya.

”Malam ini kami akan berkunjung ke tempat-tempat hiburan dan secara persuasif akan meminta mereka agar mematuhinya. Kami akan berikan teguran hingga sanksi penutupan paksa jika melanggar,” katanya.

Dengan adanya surat edaran dan penindakan tersebut, maka diharapkan ormas tidak perlu untuk melakukan sweeping sendiri ke tempat hiburan.

Sementara, Kabag Ops Polrestabes Semarang AKBP IGA DP Nugraha mengatakan, Kepolisian akan melakukan tindakan tegas kepada pihak termasuk ormas yang melakukan aksi sweeping di bulan Ramadan. Bahkan tidak segan untuk membubarkan sweeping dan mengusut unsur pidananya.

Terpisah, DPRD Kota Semarang meyakini tidak akan terjadi sweeping oleh ormas di bulan Ramadan seperti yang dikhawatirkan oleh para pemilik tempat hiburan. Asal, seluruh tempat hiburan di kota ini mematuhi dan menjalankan peraturan yang telah dibuat oleh pemerintah kota.

”Tempat-tempat hiburan agar mentaati surat edaran wali kota tentang jam buka selama bulan Ramadhan. Warung makan dan restoran kalau pun tetap buka cukup setengah, untuk menghormati orang yang berpuasa,” kata Anggota DPRD Kota Semarang, Imam Mardjuki.

Ia yakin jika semua saling menghormati maka puasa akan berjalan lancar. Ia juga mengatakan, optimis tidak akan sampai terjadi aksi sweeping karena pihak Kepolisian dan Satpol PP sudah mengantisipasinya. (duh)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link