Home > METRO BERITA > METRO BISNIS > Kereta Uap di Ambarawa Kembali Diaktifkan untuk Wisata

Kereta Uap di Ambarawa Kembali Diaktifkan untuk Wisata

METROSEMARANG.COM – Kereta Api Indonesia (KAI) mengaktifkan kembali lokomotif uap untuk menarik kereta wisata dari Stasiun Ambarawa-Stasiun Bedono, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Ahl ini dibarengi dengan peluncuran KA Wisata Ambarawa-Bedono yang menggunakan lokomotif uap untuk menarik dua kereta wisata dengan kapasitas maksimal 80 penumpang, di Stasiun Ambarawa.

Peresmian kereta uap Ambarawa. Foto: metrosemarang.com/istimewa
Peresmian kereta uap Ambarawa. Foto: metrosemarang.com/istimewa

Medan menuju Stasiun Bedono berkontur terjal hanya bisa dilalui oleh lokomotif khusus yang mendukung sistem rel bergerigi di lintasan menanjak yang sudah dibangun sejak zaman Belanda itu.

“KAI masih memiliki dua lokomotif uap yang mendukung sistem rel bergerigi, yakni Lokomotif B 2502 dan B 2503 buatan Jerman pada tahun 1902 yang kini dikembangkan untuk kereta wisata,” kata Direktur Komersial PT KAI M. Kuncoro Wibowo, Sabtu (29/10).

Dia menambahkan, Kereta uap itu sebenarnya sudah pernah dioperasikan untuk wisata dari Stasiun Ambarawa-Bedono, namun dihentikan sekitar tiga tahun lalu karena terkendala permasalahan sarana prasarana.

Dengan keunikan teesebut, Kuncoro berharap sektor pariwisata di Jateng, khususnya Kabupaten Semarang bisa meningkat, sebab kereta wisata itu menyasar segmen wisatawan lokal maupun mancanegara.

Untuk menikmati perjalanan kereta uap menyusuri hamparan hijaunya Gunung Merbabu dan Gunung Ungaran selama dua jam pulang-pergi, wisatawan bisa menyewa kereta itu dengan biaya Rp15 juta.

Mantan Kepala Stasiun Ambarawa HM. Sudono menjelaskan Stasiun Ambarawa berada di ketinggian 474,4 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan Stasiun Bedono di ketinggian 709 mdpl sehingga rute kereta wisata itu memang menanjak terjal.

“Tidak mungkin lokomotif biasa bisa menanjak setinggi itu. Makanya, harus memakai kereta uap khusus untuk menyusuri rel bergerigi. Bahan bakarnya harus kayu jati sehingga memang mahal,” pungkasnya. (ade)