Home > METRO BERITA > Ini Kesaksian Warga Pasca- kecelakaan Maut di Perlintasan Brumbung

Ini Kesaksian Warga Pasca- kecelakaan Maut di Perlintasan Brumbung

METROSEMARANG.COM – Sejumlah warga Brumbung Mranggen Demak mengungkap pemicu kecelakaan maut kereta Maharani dengan mobil Kijang Innova H 8985-YW yang merenggut nyawa Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jateng Achmad Zaid, pada Kamis (11/8) kemarin.

Perlintasan tanpa palang di Desa Brumbung Demak yang merenggut nyawa Kepala Ombudsman Jateng. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Perlintasan tanpa palang di Desa Brumbung Demak yang merenggut nyawa Kepala Ombudsman Jateng. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Suhardi, warga setempat mengaku kondisi perlintasan kereta di Brumbung sedang sepi saat Kereta Maharani menghantam mobil almarhum pukul 12.12 WIB siang. Akibatnya, saat itu tak ada satu pun saksi di lokasi kejadian.

“Relawan penjaga rel juga tidak ada karena lagi istirahat,” ujarnya, Jumat (12/8).

Ia yang jadi relawan bersama dua rekannya mengatakan saat itu kondisinya sedang landai. Makanya ia menampik anggapan bahwa dirinya lalai menjaga perlintasan.

Ia bilang, selama empat tahun menjadi relawan penjaga perlintasan, baru kali ini ada kecelakaan maut di Brumbung. “Biasanya aman-aman saja. Baru sekarang kecelakaan,” katanya.

Suhardi berharap pasca kejadian ini, pengguna jalan yang menyeberang perlintasan Brumbung lebih waspada. Sebab, perlintasannya tanpa palang pintu. “Saya cuma relawan, yang secara suka rela menjaga rel. Jadi tidak setiap saat kami bertiga menjaga perlintasan,” ungkapnya.

Menurut Suhardi, perlintasan kereta yang angker justru ada di sebelah perlintasan Brumbung. Jarak antara perlintasan Brumbung yang menewaskan Achmad Zaid dengan perlintasan sebelahnya itu kira-kira 300-an meter.

Suhardi menuturkan perlintasan ‘tetangga’ itu pernah menelan 17 korban meninggal dalam satu kejadian.¬†Kejadiannya sudah lama. Ada rombongan yang hendak takziah mengalami kecelakaan di sana. Semuanya meninggal. (far)