Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Kesbangpol Jateng Telisik Ormas Berpaham Radikal

Kesbangpol Jateng Telisik Ormas Berpaham Radikal

METROSEMARANG.COM – Kantor Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlidungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Jawa Tengah saat ini sedang menyelidiki sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) yang mengusung paham radikal. Hal ini untuk menindaklanjuti pelaksanaan Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Keormasan yang baru saja diterbitkan oleh Menkopolhukam Jenderal (Purn) TNI Wiranto.

Ilustrasi

Budiyanto Kepala Bidang Ideologi dan Kewaspadaan Kesbangpolinmas Jateng mengatakan penelitian tentang aktivitas ormas-ormas radikal perlu dilakukan secara mendalam agar pemerintah tidak melakukan kesalahan saat membubarkan setiap ormas.

“Kita diperintahkan oleh Menkopolhulam dan Mendagri untuk memperdalam penelitian di kabupaten-kota. Jika dirasakan ada organisasi yang merongrong Pancasila. Maka akan direkomendasikan untuk dibubarkan,” ungkap Budiyanto, Senin (17/7).

Rekomendasi pembubaran tersebut nantinya diteruskan kepada pihak Kemenkumham. “Karena yang memberi izin Kemenkumham maka yang mencabut izinnya juga dari yang bersangkutan,” terangnya.

Oleh karena itu, adanya Perppu Ormas menjadi jalan pintas bagi pemerintah untuk mempercepat penindakan terhadap ormas yang dianggap merongrong NKRI dan Pancasila.

“Jika aturan sebelumnya (pembubaran ormas) harus lewat legalitas pengadilan, maka dengan memakai Perppu Ormas bisa dilakukan dengan cepat dan simpel,” katanya.

Ia menyampaikan pemerintah harus memperkuat konsolidasi dengan aparat keamanan untuk memperdalam penyelidikan di tingkat daerah. Ia pun mewanti-wanti pembubaran jangan dilakukan atas dasar suka dan tidak suka, tetapi harus mengacu pada temuan akurat di lapangan.

“Ini baru dilakukan langkah-langkah antisipasi oleh pemerintah. Namun di Jawa Tengah sendiri belum ditemukan ormas yang protes atas keluarnya Perppu tersebut,” tuturnya seraya menambahkan bahwa saat ini ormas-ormas besar sejak lama punya struktur hingga ke tingkat daerah macam HTI, FPI HMI, GNFMUI, Muhammadiyah, Ikatan Dai Indonesia dan KAMMI. (far)

Tinggalkan Balasan