Home > METRO BERITA > METRO GAYA > Komunitas > Kesbangpol Larang Pemutaran Film Ini di Taman Sampangan

Kesbangpol Larang Pemutaran Film Ini di Taman Sampangan

METROSEMARANG.COM – Jadwal pemutaran lima film yang akan dilakukan komunitas Hysteria di Taman Sampangan, terpaksa dipindah ke lokasi lain lantaran digagalkan oleh pihak Kesbangpolinmas Semarang. Kelima film itu, di antaranya Ernesto, The Storyteller dan Innanimate.

Grobak Hysteria

Adin Khairudin, anggota Komunitas Hysteria Semarang menyayangkan hal tersebut lantaran ia telah menggagasnya sejak Mei lalu. “Dan rencananya diputar pada 30 September kemarin di Taman Sampangan,” katanya, Rabu (26/10.

Saat itu, ia bertatap muka dengan kepala bidang dinas pertamanan untuk menyepakati program pemutaran film. Lalu, ia mulai mengontak beberapa perwakilan Goethe Institute, Japan Foundation, IFI Jakarta, dan British Council untuk merencanakan pemutaran film secara rutin layaknya di Bandung.

“Maka kita pilih film tanpa adegan telanjang, kekerasan dan unsur provokasi. Itu yang kita lakukan selama ini,” katanya.

Kemudian, poster-poster film pun disebarluaskan. Ia mengatakan pemutaran film perdana semula digelar di Taman Sampangan dengan lancar.

“Tapi pada 23 September pagi kabid pertamanan DKP mengirim wasap yang isinya keberatan dari Kesbanglinmas tentang kegiatan ini,” jelasnya.

Namun audiensi yang digelar dengan Kesbangpolinmas pu tak membuahkan hasil. Kesbangpolinmas justru menuding film itu mengganggu dan menimbulkan hal-hal diluar dugaan.

Sampai pada akhirnya, permohonan rekomendasi tetap ditolak dengan alasan yang sama. “Akhirnya kita pindahkan ke basecamp di Grobak Art Kos Stonen Nomor 29,” tutupnya.

Kepala Kesbangpolinmas Semarang Kuncoro Hinawan berdalih pelarangan film tersebut karena tidak mengandung unsur kepahlawanan dan Pancasila.

“Itu juga lebih banyak memuat cerita berbahasa Jerman sehingga tidak layak ditonton anak kecil,” jelasnya. (far)