Home > METRO BERITA > Kesejahteraan Diabaikan, Driver Minta Gojek Semarang Ditutup

Kesejahteraan Diabaikan, Driver Minta Gojek Semarang Ditutup

METROSEMARANG.COM – Puluhan mitra atau driver Gojek Indonesia mendatangi gerbang Balai Kota Semarang pada Senin (22/8) siang. Kedatangan mereka adalah untuk mengadu kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat lantaran kesejahteraan mereka dirasa diabaikan oleh manajemen Gojek.

Perwakilan Mitra Gojek masuk ke dalam Balai Kota Semarang untuk menemui Anggota DRPD Kota Semarang, Senin (22/8). Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Perwakilan Mitra Gojek masuk ke dalam Balai Kota Semarang untuk menemui Anggota DRPD Kota Semarang, Senin (22/8). Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

Perwakilan mitra Gojek, Andreas mengatakan, jika tidak terjadi kesepakatan antara mitra dan manajemen Gojek, dia meminta Dewan untuk menutup izin operasi Gojek di Kota Lumpia.

“Bayangkan saja, setiap harinya setelah dirata-rata oleh kami, pendapatan hanya sampai Rp 27.000 saja. Bonus yang dijanjikan pun tidak kunjung kami dapatkan. Intinya, iming-iming manajemen Gojek pada awal kami bergabung tidak kami rasakan,” kata dia.

Andreas menambahkan, aksi pada hari ini terinspirasi dari aksi mitra Gojek di beberapa daerah lain di Indonesia, seperti Surabaya dan Medan. Di Semarang, dia menginginkan aksi yang lebih elegan, yaitu meminta dukungan dari birokrasi agar langsung tepat sasaran.

Sebelumnya, aksi serupa juga dilakukan para mitra Gojek, Senin (15/8) di depan kantor mereka di Jalan Kalibanteng Semarang untuk menuntut perusahaannya mencabut kebijakan pemangkasan bonus. Tak hanya itu saja, mereka juga berkonvoi keliling kota untuk menarik simpati masyarakat atas polemik tersebut. (ade)