Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Ketua Panwaslu Pati Dituding Lalai Awasi Petahana

Ketua Panwaslu Pati Dituding Lalai Awasi Petahana

METROSEMARANG.COM – Sekelompok warga Kabupaten Pati melaporkan Ketua Panwaslu setempat karena dianggap lalai mengawasi pelaksanaan kampanye yang dilakukan calon petahana Haryanto-Syaiful Arifin.

Warga menunjukkan laporan dugaan pelanggaran calon Bupati Pati. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Warga yang tergabung dalam Aliansi Kawal Demokrasi (AKD) itu langsung mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jateng, di Jalan Admodirono Semarang, pada Kamis (19/1).

Ahmad Itkonul Khakim, seorang anggota aliansi tersebut, menuding Ketua Panwaslu Achwan tidak konsisten dalam menjalankan tugasnya selama mengawasi kampanye calon petahana Hariyanto.

Bahkan, ia selama ini melihat apapun kesalahan yang dilakukan pasangan calon petahana itu tak pernah ditindak tegas oleh petugas Panwaslu setempat. Termasuk saat calon petahana kedapatan masih mengeluarkan surat tertanggal 25 Oktober 2016 dan tanggal 2 November 2017, dimana yang bersangkutan saat ini sudah memasuki masa cuti selama kampanye.

“Pelanggaran seperti itu tidak pernah ditindak oleh Panwaslu. Makanya, saya memutuskan untuk melaporkan kelalaian tugas yang dilakukan Panwaslu kepada DKPP agar mereka dijatuhi sanksi tegas,” ungkap Itkonul.

Ia pun menginginkan DKPP berani bersikap tegas sehingga sidang kode etik dapat menghasilkan keputusan yang adil bagi warga Pati. “Saya berharap dijatuhi sanksi tegas sesuai UU yang berlaku. Lebih baik ditunda saja pemilihannya,” kata Itkonul.

Sementara Ketua Panwaslu Pati, Achwan menanggapi santai atas pengaduan warga tersebut. Ia berdalih tetap mengawasi pelaksanaan kampanye petahana Pati dan sejauh ini belum ditemukan satupun unsur pelanggaran.

“Lha wong memang tidak unsur pelanggarannya. Saya tidak membiarkan dia karena saya tetap melibatkan pihak Gakumdu,” kata Achwan.

Dilain pihak, Ketua Sidang DKPP Ida Budhiati mengaku masih mempelajari kasus dugaan pelanggaran kode etik yang melibatkan Ketua Panwaslu Pati tersebut. Ia dalam waktu dekat akan menyampaikan hal itu di rapat pleno DKPP Pusat.

“Nantinya akan dijadwalkan agenda putusan soal kasus di Pati. Sekarang kami tinggal menunggu para pihak penggugat untuk melengkapi keterangan dan barang buktinya,” urainya.

Ia juga akan memperdalam penyelidikan untuk mengetahui apakah pelaksanaan kampanye Pilkada Pati mengandung unsur pelanggaran berat atau ringan. Bila terbukti bersalah, ia tak segan untuk menjatuhkan sanksi tegas bagi Ketua Panwaslu setempat.

“Sanksinya mulai diberi peringatan hingga diberhentikan. Karenanya, kami pelajari dulu semua pelanggarannya,” ujar Ida. (far)