Home > METRO BERITA > Kios Permanen PKL Progo di Pasar Waru Diminta Dibongkar

Kios Permanen PKL Progo di Pasar Waru Diminta Dibongkar

METROSEMARANG.COM – Kios permanen yang dibangun Pedagang Kaki Lima (PKL) Progo di komplek Pasar Waru Kota Semarang dinilai melanggar peraturan. Komisi B DPRD Kota Semarang meminta bangunan kios permanen itu dibongkar.

Komisi B DPRD Kota Semarang saat meninjau tempat relokasi PKL Progo di area Pasar Waru yang beberapa di antaranya dibangun secara permanen (25/11). Foto: metrosemarang.com/masruhin abduh
Komisi B DPRD Kota Semarang saat meninjau tempat relokasi PKL Progo di area Pasar Waru yang beberapa di antaranya dibangun secara permanen (25/11). Foto: metrosemarang.com/masruhin abduh

Pembangunan kios permanen itu diketahui saat Komisi B melakukan tinjauan ke lokasi Pasar Waru, Jumat (25/11) siang. Area pasar ini memang dijadikan tempat relokasi PKL Taman Progo karena taman akan diperbaiki dan ada normalisasi sungai. Ada empat pedagang yang sedang membangun kios secara permanen dengan batu bata.

Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Muallim sangat menyayangkan adanya beberapa PKL yang membangun kios secara permanen. Pihaknya minta dinas terkait menghentikan pembangunan itu dan PKL ditata secara baik agar semua tertampung.

“Kalau malah pada membangun sendiri apalagi secara permanen ya mending tidak usah dikasih anggaran saja, biar membangun sendiri-sendiri,” ujarnya kecewa.

Pembangunan kios hanya dibolehkan secara semi permanen karena sifatnya sementara. Lahan yang digunakan juga milik pemkot, jika dibangun secara permanen dikhawatirkan pedagang akan mengklaim lahan itu sudah jadi milik sendiri.

“Pembangunan permanen itu jelas menyalahi aturan, harus dihentikan. Kami akan ke sini seminggu lagi untuk memantau,” tegasnya.

Kepala Dinas Pasar Kota Semarang, Tridjoto Sardjoko yang mendampingi Komisi B mengatakan, pihaknya segera meminta pedagang untuk menghentikan pembangunan kiosnya. Diakui pembangunan secara permanen memang melanggar peraturan. Tapi dari catatan yang dimiliki hanya ada empat pedagang yang membangun kios permanen. (duh)

 

 

 

Tinggalkan Balasan