Home > METRO BERITA > METRO GAYA > Komunitas > Kisah Kelam ‘Petrus’ Dibongkar di Kota Lama

Kisah Kelam ‘Petrus’ Dibongkar di Kota Lama

METROSEMARANG.COM – Petrus Pameran Seni Rupa Konde berlangsung di Pojok Kreatif Merak, kawasan Kota Lama Semarang, Kamis (1/12). Pameran seni rupa yang memamerkan karya Konde, perupa asal Semarang.

Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri
Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri

Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, hadir dalam pembukaan pameran seni rupa menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya pameran. Ia juga merasa senang lantaran dengan seringnya acara yang berlokasi di kawasan Kota Lama akan makin menghidupkan suasana Kota Lama.

Dalam sambutannya Ganjar menceritakan sedikit pengalamannya tentang peristiwa Petrus (penembakan misterius). “Waktu saya SMA Petrus ini lagi hot-hotnya, mencekam, jadi kalau ada orang tatoan wajah serem diambil,” kenang Ganjar.

Bahkan kata dia, para seniman pada waktu itu menghilangkan tato dengan setrika. Ganjar menegaskan, Petrus adalah peristiwa yang tidak boleh terulang lagi. Petrus menurutnya merupakan torehan luka lama yang jangan sampai terulang. Demi terciptanya suasana kebatinan berbangsa bernegara menjadi asyik.

“Saya ingin mendengar bagaimana petrus ini dilihat dalam bingkai seni agar pesan sosial, kultural, politik, dapat dijadikan pelajaran bagi banyak orang tenang arti hidup, hidup sebagai manusia,” tegasnya.

Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri
Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri

Pemilihan tema lukisan yang dipamerkan lantaran Petrus merupakan sebuah pelanggaran HAM berat yang belum terselesaikan hingga kini. Selain itu pameran juga bertepatan dengan peringatan hari HAM yang jatuh pada 10 Desember mendatang.

“Wujud dukungan kami atas upaya temen-temen merawat ingatan peristiwa 30 tahun silam,” ungkap Malik Feri Kusuma, Perwakilan Kontras.

Sunu Pajar, perwakilan dari halah.co sendiri menuturkan pameran karya Konde merupakan momen yang tepat untuk mengingat pentingnya penegakan HAM. “Tak hanya Petrus tapi juga peristiwa yang lain,” ungkap Sunu.

Ia menambahkan selain pameran juga ada panggung seni serta diskusi. Pameran seni rupa ini akan berlangsung hingga 9 Desember mendatang dan terbuka untuk umum. (vit)

Tinggalkan Balasan