Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Kisah Mbah Kung, Buaya Muara ‘Penunggu’ Desa Bakung

Kisah Mbah Kung, Buaya Muara ‘Penunggu’ Desa Bakung

METROSEMARANG.COM – Seekor buaya bernama Mbah Kung akan dipindahkan ke Taman Safari 4 Batang oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah. Selama ini, jenis buaya muara ini dirawat oleh Zainuri (39) warga Desa Bakung RT 1 RW 3 Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak.

Mbah Kung sudah tiga tahun terakhir menjadi penghuni Desa Bakung. Foto: metrojateng.com
Mbah Kung sudah tiga tahun terakhir menjadi penghuni Desa Bakung. Foto: metrojateng.com

Pemiliknya terlihat iba saat Mbah Kung dibawa ke mobil bak terbuka milik petugas. Berulang-ulang, Zainuri mengelus-elus punggung buaya tersebut. Sejumlah warga menyebut buaya itu dengan nama Mbah Kung yang didasarkan atas nama Desa Bakung.

“Saya sudah merawatnya selama tiga tahun lebih, sampai besar seperti sekarang,” kata Zainuri.

Diceritakannya, kali pertama menemukan buaya tersebut dari sebuah area persawahan di Desa Teluk Wetan, Kecamatan Welahan, Jepara tiga tahun silam. Mulanya, dia menganggap itu binatang biawak.

“Ada anak kecil sedang mencari katak, tahu-tahu menemukan binatang ini. Lalu, saya yang diberi tahu langsung saya ambil karena tahunya biawak,” kisahnya

Selama tiga tahun, buaya tersebut ditaruh di halaman rumahnya dengan tali yang diikatkan di pohon pisang, dan berdekatan dengan sungai kecil. Tiap dua sampai tiga hari sekali dia beri daging atau ayam hidup untuk dimakan.

Diakuinya, buaya miliknya kerap ditawar oleh temannya, namun tidak pernah ditanggapi serius. Sebab, dia khawatir jika buaya itu akan dibunuh.

“Sering mau dibeli orang, tapi tidak saya lepas. Banyak juga yang minta supaya disembelih, tapi saya tidak tanggapi,” papar dia.

Polisi Kehutanan BKSDA Jawa Tengah, Suharyono menyampaikan bahwa buaya tersebut merupakan jenis buaya muara. Diperkirakan berusia 4-6 tahun karena memiliki panjang sekitar 170 sentimeter.

“Untuk kondisi kesehatannya masih akan kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kalau secara fisik mirip buaya muara dari Papua. Di wilayah Jawa Tengah sendiri buaya sudah hampir tidak ada,” ucapnya.

Rencananya, buaya tersebut akan ditempatkan di Taman Safari 4 Batang. “Nanti akan kami koordinasikan kembali,” tandasnya. (metrojateng.com/MJ-23)

Tinggalkan Balasan