Home > METRO BERITA > Kisah Suami Dukung Istri jadi PSK di Sunan Kuning

Kisah Suami Dukung Istri jadi PSK di Sunan Kuning

METROSEMARANG.COM – Sejumlah suami di Semarang kedapatan melanggengkan bisnis prostitusi dengan mengizinkan istrinya nyambi jadi pekerja seks komersial (PSK) di Resos Argorejo Sunan Kuning. Ketua Lentera ASA Ari Istiadi mengatakan, hal itu dengan mudah ditemuinya tiap bulan saat surat izin bekerja diterima kantornya.

Ratusan PSK di Lokalisasi Sunan Kuning mengikuti penyuluhan, beberapa waktu lalu. Foto: metrosemarang.com/dok
Ratusan PSK di Lokalisasi Sunan Kuning mengikuti penyuluhan, beberapa waktu lalu. Foto: metrosemarang.com/dok

“Di Semarang, ada beberapa suami yang mengizinkan istrinya bekerja di Sunan Kuning, tapi tidak banyak bila dibanding dari luar kota. Apalagi, mereka harus melampirkan KTP dan surat izin dari tempat tinggal asalnya,” ungkap Ari saat ditemuiĀ metrosemarang.com di Aula Resos, Senin (7/11).

Meski begitu, izin masuk ke Sunan Kuning kini semakin diperketat pasca pemulangan ratusan pekerja seks asal Jabar, Banten dan DKI Jakarta.

Tak hanya itu saja, katanya. Ia juga menekankan bahwa pekerja seks yang boleh masuk ke wilayahnya minimal berstatus janda untuk mengurangi gesekan di lingkungan sosialnya.

Ia mengatakan populasi pekerja seks di Sunan Kuning cenderung menurun dari semula 545 jiwa, menjadi 488 orang. Dengan kondisi ini, ia optimistis daya tampung di tiap wisma menjadi ideal sesuai instruksi dari Dinas Sosial (Dinsos) Semarang. Pun demikian dengan angka penularan penyakit infeksi menular seksual (IMS) yang menurun drastis.

“Dengan kita menggencarkan pemeriksaan kesehatan dengan sistem VCT dan screening jumlah pekerja seks yang terinfeksi HIV/AIDS pun turun 9,8 persen. Itu terjadi sejak Agustus sampai September,” kata Ari lagi.

Pembatasan pekerja seks bakal diberlakukan hingga selamanya untuk mendukung program pengentasan PSK dari Pemkot yang ditargetkan rampung dua tahun lagi. “Karenanya, kita harapkan ke depan anak asuh hanya bekerja sebagai pemandu karaoke dan mau meninggalkan statusnya sebagai pekerja seks,” jelasnya. (far)