Home > METRO BERITA > METRO SPORT > ‘Komdis Ingin Membunuh PSIS’

‘Komdis Ingin Membunuh PSIS’

Parade lima gol bunuh diri di Sleman menghasilkan obral sanksi dari Komdis PSSI. Foto Metrosemarang/dok liga indonesia
Parade lima gol bunuh diri di Sleman menghasilkan obral sanksi dari Komdis PSSI. Foto Metrosemarang/dok liga indonesia

SEMARANG – Sanksi diskualifikasi dari babak 8 besar Divisi Utama yang dijatuhkan kepada PSIS ternyata dianggap belum cukup bagi Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Lembaga hukum sepakbola pimpinan Hinca Panjaitan itu kembali memberi sanksi tambahan untuk 24 personel Mahesa Jenar. Komdis pun dianggap sengaja ingin menghabisi PSIS.

Komdis sudah menjatuhkan sanksi terhadap semua personel PSIS yang dianggap bertanggung jawab dalam kasus lima gol bunuh diri di Stadion AAU Adisucipto, Sleman. Selain denda yang mencapai Rp 2 miliar, mereka juga dilarang beraktivitas sepakbola selama satu tahun hingga seumur hidup.

“Kami cukup kaget dengan sanksi yang diberikan Komdis untuk PSIS. Hukuman diskualifikasi yang sudah dijatuhkan sebelumnya, bagi kami sudah sangat berat, ditambah sanksi untuk pemain dan ofisial tim. Kalau seperti ini, Komdis sama saja ingin membunuh PSIS,” kata Yoyok Sukawi, CEO PSIS, Jumat (21/11).

Ucapan Yoyok memang cukup beralasan. Sebab, dari 21 pemain yang dimiliki PSIS, 18 di antaranya mendapat sanksi larangan bermain. Durasinya pun bervariasi, mulai satu tahun hingga seumur hidup. Komaedi, Catur Adi Nugroho, Saptono dan Fadli Mana mendapat sanksi paling berat berupa larangan beraktivitas sepakbola seumur hidup.

Padahal, sebagian besar pemain sudah sepakat untuk kembali berkostum biru PSIS musim depan. Praktis, hanya Fauzan Fajri, M Yunus dan Welly Siagian yang terbebas dari sanksi. Mereka memang tidak tercantum dalam line up karena masih mengalami cedera. Yoyok pun mempertanyakan keputusan Komdis dengan memberikan sanksi secara membabi buta.

“Banyak hukuman yang saya rasa tidak tepat, sampai-sampai pemain cadangan dan kitman maupun masseur juga dikenakan sanksi. Kami akan bertindak setelah resmi menerima putusan tersebut,” imbuh pemilik nama Alamsyah Satyanegara Sukawijaya ini. (*)