Home > Berita Pilihan > Komisi B Kecewa Proyek Pasar Johar Tidak Selesai 100 Persen

Komisi B Kecewa Proyek Pasar Johar Tidak Selesai 100 Persen

METROSEMARANG.COM – Pembangunan Pasar Johar baru di bekas lokasi Pasar Kanjengan Kota Semarang dipastikan tidak selesai 100% pada akhir Desember 2017. Hal ini disesalkan Anggota Komisi B DPRD Kota Semarang yang melakukan tinjauan ke lokasi, Rabu (15/11).

Komisi B DPRD Kota Semarang meninjau proyek pembangunan Pasar Johar, Rabu (15/11). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

”Pasar yang dibangun dengan bantuan pemerintah pusat Rp 90 miliar ini, setelah dicek ternyata tidak akan bisa selesai 100% hingga selesai masa kontrak akhir Desember 2017,” kata Ketua Komisi B Agus Riyanto Slamet bersama sejumlah anggota lainnya didampingi Dinas Perdagangan Kota Semarang saat meninjau pembangunan.

Kontraktor menurutnya menyampaikan hanya akan dapat menyelesaikan sekitar 87%. Hal ini membuatnya prihatin karena harapannya pembangunan Pasar Johar baru di eks Pasar Kanjengan selesai 100%. Karena kalau molor maka semuanya termasuk penempatan kembali pedagang akan molor.

Agus berharap ada percepatan dengan penambahan tenaga kerja dan peralatan kerja. Tapi sayangnya, katanya, kontraktor juga menyatakan tidak bisa karena luasan tempatnya sudah tidak memungkinkan. Kapasitas alat berat yang digunakan katanya sudah maksimal.

”Mereka menyatakan sudah tidak sanggup kalau harus menyelesaikan 100% di akhir masa kontrak akhir Desember. Kita berharap tetap bisa selesai 100% sesuai dengan yang diprogramkan Pemkot Semarang. Karena Pasar Johar sudah lama hampir 3 tahun sejak kebakaran belum dibangun,” tegasnya.

Pasar Johar, lanjutnya, baru mulai tahun ini dibangun sehingga prosesnya harus lancar dan target yang ditetapkan bisa tercapai. Sehingga masyarakat yang sudah lama menunggu keberadaan Pasar Johar jadi tidak semakin lama menunggunya.

”Pemindahan pedagang akan lebih lama karena mundur lagi waktunya, karena pembangunan juga belum selesai,” imbuhnya.

Terkait masih banyaknya aktifitas pedagang di sekitar lokasi proyek, pihaknya juga mengimbau kontraktor pembangunan untuk lebih berhati-hati dalam melaksanakan pekerjaan. Sebab banyak sekali material dan alat berat yang membahayakan.

”Berharap pedagang juga bisa memahami. Meskipun diakui tempat yang mereka gunakan berdagang miliknya sendiri sehingga tidak bisa diminta untuk tutup tidak bekerja,” katanya.

Dia menegaskan, kondisi hujan tidak boleh dijadikan alasan sebagai kendala pekerjaan tidak akan bisa selesai 100%. Karena hujan sudah biasa terjadi, apalagi proyek dilakukan di bulan-bulan seperti ini sehingga harus sudah diantisipasi sebelumnya. (duh)