Home > METRO BERITA > Komisi C Tolak Dukung Perubahan Jalur SORR

Komisi C Tolak Dukung Perubahan Jalur SORR

METROSEMARANG.COM – Keberatan sebagian warga atas rencana proyek pembangunan Semarang Outer Ring Road (SORR) atau jalur lingkar tidak membuat DPRD Kota Semarang bergeming. Dewan menegaskan tetap mendorong pemerintah kota untuk melakukan pembangunan SORR.

Komisi C dan dinas terkait rapat membahas keberatan warga Perumahan Sinar Waluyo atas proyek pembangunan SORR, Kamis (16/2). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Warga komplek Perumahan Sinar Waluyo khususnya yang berada di Jalan Sinar Gemah Timur Raya Kelurahan Kedungmundu, Kecamatan Tembalang sebelumnya berkirim surat ke DPRD keberatan terhadap proyek pembangunan SORR segmen 7.

Mereka mengharapkan pelebaran jalan untuk pembangunan proyek tersebut tidak mengenai perumahan warga. Dan dipindahkan atau digeser ke lokasi lain di sebelah timur perumahan yang masih banyak lahan kosong dan memungkinkan untuk digunakan pembangunan SORR.

‘’Tahapan pembebasan lahan SORR yang dilakukan Pemkot telah sampai tahap pembuatan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal). Tetapi tidak melibatkan warga dan tidak dilakukan secara terbuka dimana hal ini bisa berimplikasi hukum,’’ kata salah satu perwakilan warga yang bertanda tangan dalam surat, Puji Sumarsono.

Komisi C dan dinas terkait langsung menggelar rapat untuk menanggapi surat warga Perumahan Sinar Waluyo tersebut, Kamis (16/2). Usai rapat Ketua Komisi C Kadarlusman mengatakan, tetap mendukung program pembangunan SORR karena hal itu sebagai salah satu alternatif untuk mengurai kemacetan di Kota Semarang ini..

‘’Kalau ada sebagian masyarakat yang keberatan itu wajar. Kami tadi undang dinas terkait untuk mengetahui mekanisme pembuatan SORR, supaya nanti kami bisa membantu menjelaskan kepada masyarakat yang masih keberatan dengan SORR tersebut,’’ terangnya.

Dia mengatakan, jika jalur SORR dipindahkan atau digeser sesuai keinginan warga Perumahan Sinar Waluyo tersebut, maka akan menjadi tidak sesuai site plan dan akan berdampak pada daerah-daerah lain yang juga dilewati jalur SORR. Sehingga pihaknya mengharapkan masyarakat bisa memahami dan mendukung program untuk kepentingan publik luas ini.

‘’Kami menjamin pasti nanti ada proses ganti untung untuk warga yang terdampak proyek pembangunan jalan ini. Sekarang sudah tidak jamannya ganti rugi tapi ganti untung”, tegasnya.

Sementara itu Kabid Rekayasa Teknis Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang Suparjiyatno menerangkan, pihaknya tetap akan mengikuti Detail Engeenering Design (DED) yang sudah ada dalam pembangunan SORR. (duh)