Home > METRO BERITA > Komisi D Minta PT Simoplas Cari Investor Baru

Komisi D Minta PT Simoplas Cari Investor Baru

METROSEMARANG.COM – Komisi D DPRD Kota Semarang yang mengunjungi PT Simoplas di Randugarut Kecamatan Tugu, Senin (7/11), meminta perusahaan tersebut mencari investor baru. Hal ini karena kondisi salah satu perusahaan terbesar di Semarang ini terancam bangkrut bahkan pailit.

Para pekerja PT Simoplas saat melakukan audiensi dengan anggota dewan di Komisi D DPRD Kota Semarang, Rabu (2/11). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh
Para pekerja PT Simoplas saat melakukan audiensi dengan anggota dewan di Komisi D DPRD Kota Semarang, Rabu (2/11). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Komisi D melakukan rapat bersama di kantor direksi PT Simoplas di Jalan Raya Mangkang-Semarang membahas permasalahan perusahaan. Belum membayar gaji ribuan karyawan selama 7 bulan, Tunjangan Hari Raya (THR), serta BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaaan.

Direksi perusahaan meminta rapat tertutup dari awak media. Dan meminta wartawan menunggu di luar saat berlangsung dialog. Usai rapat, Sekretaris Komisi D Rukiyanto mengatakan, perusahan harus mencari investor baru dengan melakukan terobosan-terobosan.

‘’Aset tanahnya saja 52 hektare dan pabriknya masih beroperasi, sehingga perlu diselamatkan jangan sampai pailit. Cari investor baru dan lakukan terobosan-terobosan,’’ katanya.

Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini mengatakan, jika tidak memperoleh investor baru maka Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang diharapkan campur tangan. Membantu untuk menyelesaikan masalah internal perusahaan.

Sebab, tenaga kerja PT Simoplas sangat banyak yang jika dinyatakan pailit dampaknya pengangguran akan bertambah. Apalagi sebagian pekerja asli warga Kota Semarang.

‘’Tenaga kerjanya cukup banyak, mencapai ribuan. Kalau dinyatakan pailit dampaknya ke pekerja juga,’’ kata Rukiyanto.

Namun, dia mengaku tidak mengetahui masalah sebenarnya yang menyebabkan perusahaan tidak mampu membayar hak-hak pegawai. ‘’Keluhan perusahaan karena produksi tidak bisa maksimal, mungkin karena terlilit hutang,’’ ujarnya. (duh)