Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Komplotan Bajing Loncat Ini Gunakan Jammer untuk Kelabui Polisi

Komplotan Bajing Loncat Ini Gunakan Jammer untuk Kelabui Polisi

bajing pantura
Komplotan bajing loncat yang ditangkap Tim Dit Reskrimum Polda JAteng. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

METROSEMARANG.COM – Komplotan bajing loncat yang merampok truk tronton bermuatan produk rokok di jalan lingkar Weleri Kendal benar-benar sudah terorganisir dengan baik. Selain menyamar sebagai anggota polisi, komplotan yang berjumlah enam orang ini juga dilengkapi dengan jammer atau alat pengacak sinyal ponsel untuk mengelabui petugas.

Hal ini terlihat dari barang bukti yang diamankan Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng dari para pelaku. Mereka berhasil dilumpuhkan sekitar tiga jam setelah perampokan yang terjadi pada Selasa 26 Juli 2016 sekitar pukul 22.00.

Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Gagas Nugraha menyebutkan, untuk menguatkan penyamaran sebagai anggota polisi, mereka juga dilengkapi dengan borgol, pakaian seragam polisi setengah badan beserta topi baret, pistol rakitan jenis revolver, serta jammer atau alat pengacak sinyal GPS. “Tiga jam kami berhasil mengungkap kasus ini. Mereka melengkapi dirinya dengan borgol, seragam, dan senjata yang identik dengan milik Polri,” terang Gagas kepada awak media, Rabu (3/8).

Untuk mengelabuhi pelacakan GPS yang sudah terpasang di kendaraan, para pelaku menggunakan alat pengacak sinyal atau jamer. Dengan alat tersebut, lanjut Gagas, keberadaan truk yang seharusnya bisa dilacak dengan alat GPS berada di lokasi tertentu, bisa dialihkan sinyalnya di lokasi lain hingga tak terdeteksi dengan tepat. “Pengakuanya baru sekali, tapi menurut kami sudah berkali-kali, dan mereka merencanakan dengan baik,” jelasnya.

Salah satu tersangka Juniardi As’ad (38) warga Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung mengakui, sebelum beraksi mereka mengincar korban dari daerah Kabupaten Batang. Setelah menemukan incarannya, mereka kemudian membuntuti hingga akhirnya memilih lokasi di Jalan Lingkar Weleri Kendal yang kondisinya sepi. “Saya cuma nemenin dia bawa mobil, pistolnya saya taruh di dalam tas, nggak saya pakai,” tuturnya

Usai perampokan terjadi, tiga pelaku membawa truk dan muatannya menuju arah timur dan tertangkap di Kendal. Sedangkan sopir dan kernet disekap di dalam mobil dan menuju ke arah barat. Kedua korban dibuang dalam keadaan terikat di jalan lingkar Kabupaten Pemalang. (din)