Home > METRO BERITA > Coba Kabur, Malmot Spesialis Kos-kosan Dihadiahi Timah Panas

Coba Kabur, Malmot Spesialis Kos-kosan Dihadiahi Timah Panas

wpid-image_52_curanmor_t1.jpg

SEMARANG – Setelah sempat buron, Wijianto alias Wiji (38), warga Jalan Sidorejo, Kelurahan Samberejo, Gayamsari, Semarang, akhirnya berhasil ditangkap. Wiji yang merupakan anggota komplotan maling motor spesialis rumah kos di wilayah Semarang tersebut terpaksa ditembak tepat di kakinya karena mencoba kabur saat ditangkap.

Buruh tamatan SLTP ini, terakhir kali menggondol motor Yamaha Vega nopol BD 4975 CD milik Mariska Tarantona (30), seorang pria yang menempati rumah kos di Jalan Tegalwareng II Nomor 15 A Candi Kecamatan Candisari Semarang.

Kendaraan kesayangan korban dicuri pelaku dan komplotannya yang berjumlah tiga orang, pada Senin (3/11), kisaran pukul 04.30 WIB malam kemarin di tempat parkir kosnya. Polisi yang berhasil mengendus aksinya lalu meringkusnya di kos-kosan Jalan Syuhada, Senin (3/11) pukul 23.30 WIB.

Wiji mengaku sebelum melakukan aksi pencurian, sebelumnya ia telah mengintai kondisi rumah kos korban bersama teman-temannya. Kemudian setelah dilihat cukup aman, berbekal kunci L ia masuk ke dalam rumah kos korban untuk mengambil motor incarannya. Tak butuh waktu lama buat Wiji untuk mengeksekusi sebuah motor.

“Selain di situ, saya juga nyolong motor di beberapa kos-kosan. Saya beraksi dengan tiga teman lainnya,” kata pria yang juga bekerja sebagai tenaga keamanan di proyek perbaikan Jalan Kartini tersebut, Selasa (4/11).

Tiap kali mencuri motor, lanjut dia,  selalu mendapat bagian Rp. 750 ribu dari hasil menjual motor curian. Dari hasil penangkapan terhadap pelaku, petugas menyita sebuah kunci letter Y, satu motor Vega tanpa plat nomor, dua tang pemotong, satu linggis, satu palu, kunci inggris, sebilah pisau, satu drei, satu letter L, dua pistol korek api dan beberapa kartu perdana.

Sementara, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono, menyebut, pihaknya semula mengendus empat maling yang beraksi mencuri motor di kos-kosan. “Tiga orang sebelumnya sudah ditangkap dan satunya ini baru kami ringkus,” ucapnya Selasa (4/11) siang.

Ketiga maling lainnya yakni, Sugiyanto alias Kentip (32), Yudi alias Sengkrek (35) dan Anjar (22). Motor hasil curian yang berhasil mereka bawa kemudian akan dijual kembali. “Saat ini, kita menyita semua alat-alat yang dipakainya untuk mencuri,” imbuh Djihartono.

Atas aksi pencurian yang dilakukannya, Wiji terjerat Pasal 363 Ayat 1 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (Yas)