Home > METRO BERITA > Lagi Asyik Nyedot Bubuk Neroko, Rampok Sadis Didor di Purwogondo

Lagi Asyik Nyedot Bubuk Neroko, Rampok Sadis Didor di Purwogondo

ilustrasi
ilustrasi

Semarang – Komplotan perampok yang sudah beraksi di 13 lokasi berbeda di Semarang berhasil ditangkap Tim Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang. Tiga tersangka ditangkap saat sedang pesta sabu di kos salah seorang tersangka. Penangkapan komplotan yang berjumlah empat orang tersebut diawali setelah dilakukannya pengembangan dari salah seorang anggota komplotan bernama Agil Kismiyanto alias Antok (27), warga Tambaksari Semarang yang berhasil ditangkap beberapa hari yang lalu.

Berkat informasi dari Antok, tim Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang yang dipimpin Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang, Kompol Sukiyono dan Panit II Resmob, Aiptu Janadi, melakukan penangkapan terhadap tiga tersangka lain di rumah kos di Jalan Purwogondo Gang II Semarang Utara pada Kamis (2/9) dinihari. Mereka yang tertangkap yaitu Dedi Irawan (36), warga Desa Geneng Demak, Dyan Muhammad Syahmapage (25), warga Kebonharjo  Semarang Utara, dan Hendrik Sanjaya (19), warga Kebonharjo  Semarang Utara.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wika Hardianto mengatakan, saat anggotanya tiba di lokasi penangkapan, ternyata para tersangka sedang menghisap bubuk neroko alias sabu. Mengetahui polisi datang, para tersangka berusaha melarikan diri hingga petugas terpaksa memberi timah panas yang bersarang di kaki para tersangka.

Aksi terakhir yang dilakukan para tersangka, yaitu pencurian di Kampung Pesantren, Semarang Tengah pada Selasa (30/9) lalu. Tiga orang tersangka  menggasak motor Suzuki Satria Fu H 4535 JF milik korban Bambang Sulistyo (35) menggunakan kunci L. “Tidak hanya mencuri,mereka juga pernah melukai korban yakni seorang ibu yang baru pulang dari Rumah Sakit di dekat jembatan Bangetayu,” imbuh AKBP Wika Hardianto.

Hingga saat ini keempat tersangka masih susah dimintai keterangannya karena tiga dari mereka masih terpengaruh oleh sabu. Barang bukti berupa sejumlah kunci L, satu motor curian, serta dua motor milik tersangka yaitu Honda Beat dan Yamaha Mio, tak ketinggalan empat alat penghisap sabu berhasil diamankan dari tangan tersangka.

“Jeratannya pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. Mereka ini residivis. Untuk narkoba akan dikembangkan Satnarkoba,” tandas AKBP Wika Hardianto. (yas)