Home > METRO BERITA > Komunitas Asa Edu Project Ajak Anak Pesisir Terus Belajar

Komunitas Asa Edu Project Ajak Anak Pesisir Terus Belajar

METROSEMARANG.COM – Kampung Tambaklorok di Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara, mungkin tidak masuk dalam daftar tempat hit bagi anak-anak muda sebagai tempat hangout atau berfoto. Karena kondisi kawasan pesisir ini yang memprihatinkan dan tidak menarik untuk dikunjungi.

Anak-anak Kampung Tambaklorok ikut belajar bersama yang digelar oleh Komunitas Edu Project, Sabtu (4/2). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Namun, hal itu tidak berlaku bagi Komunitas Asa Edu Project. Komunitas yang mayoritas  mahasiswa Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan Undip ini, adalah komunitas yang justru lebih memilih berkonsentrasi melakukan kegiatannya pada pengembangan pendidikan anak-anak di wilayah pesisir. Khususnya di Tambaklorok yang sering dianggap kawasan kumuh.

Komunitas yang berdiri sejak 8 Maret 2014 ini, anggotanya tidak hanya dari Undip. Tapi sekarang ada dari Unnes, Unnisula dan lainnya yang ikut bergabung. Kegiatannya lebih bersifat mengajak anak-anak pesisir agar mau terus belajar.

‘’Sebagai langkah konkrit, kita mendirikan perpustakaan pesisir,’’ ujar Ketua Asa Edu Project, Hendra Wiguna, Sabtu (4/2).

Dalam memberi pembelajaran kepada anak-anak pesisir, komunitas ini sering mengundang tokoh di Semarang untuk diperkenalkan dan dijadikan contoh. Yaitu, bagaimana mereka menggapai cita-citanya sehingga berhasil. Supaya anak-anak termotivasi dan memiliki jiwa pantang menyerah untuk mengajar cita-citanya dengan terus mau belajar.

‘’Kita juga ingin memperkenalkan kehidupan anak-anak Tambaklorok yang senyatanya kepada tokoh yang diundang. Sebab kadang juga mengundang tokoh masyarakat dan juga pemerintahan. Dengan harapan akan ada perhatian lebih dari mereka,’’ kata Hendra.

Dia mengatakan, untuk mendampingi pembelajaran bagi anan-anak di Tambaklorok, komunitasnya mempunyai agenda rutin. Yaitu seminggu sekali tepatnya di hari Minggu pukul 08.00-11.00, ada belajar bersama. Kecuali ada event tertentu maka kadang digelar sore. Sedangkan anak-anak yang ikut belajar sekitar 20-60 baik dari TK, SD, maupun SMP.

‘’Kendalanya pada minat, kalau minat atau semangat belajarnya sedang rendah ya kadang kurang dari 20 anak,’’ ujarnya.(MG04/duh)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link