Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Korban Kerusuhan Suporter Solo Dimakamkan di Boyolali

Korban Kerusuhan Suporter Solo Dimakamkan di Boyolali

Jenazah korban diberangkatkan ke pemakaman. Foto Metrojateng
Jenazah korban diberangkatkan ke pemakaman. Foto Metrojateng,

BOYOLALI – Korban tewas dalam kericuhan suporter dalam pertandingan sepakbola antara Persis Solo dengan Martapura FC, Joko Riyanto (39), dimakamkan Kamis (23/10) siang. Korban dimakamkan di pemakaman umum Karang Wetan, Desa Pelem, Kecamatan Simo, Boyolali.

Tangis duka mengiringi pemberangkatan jenazah suporter Persis Solo, yang tergabung dalam Pasoepati Distrik Simo tersebut. Istrinya, Retno Sri Lestari dan anaknya yang nomor dua, Fatmawati Galuh Saputri yang turut mengantarkan ke pemakaman tampak terus menangis. Sedangkan anak pertamanya, Galang Mulia yang kini duduk di bangku SMK terlihat lebih tabah.

Ratusan anggota Pasoepati, suporter Persis Solo turut mengantar Joko Riyanto ke peristirahatan terakhirnya. Sebelum dibawa ke pemakaman, jenazah korban disemayamkan di rumah duka, Dukuh Ngaliyan, Desa Pelem. Jenazah pria yang sehariannya memiliki usaha Play Station di rumahnya itu, tiba di rumah duka sekitar pukul 08.30.

Jerit tangis keluarga pun pecah saat jenazah korban tiba di rumah duka, usai dilakukan autopsi di rumah sakit Bhayangkara Semarang. Istrinya, Retno tak henti menangis sembari memanggil nama suaminya. Ratusan petugas dari Polres Boyolali dan Koramil Simo, tampak berjaga di sekitar rumah korban, yang hanya berjarak sekitar 150 meter dari Polsek Simo itu. Sekitar pukul 12.00, jenazah Joko yang tewas dalam kerusuhan di pertandingan antara Persis Solo melawan Martapura FC, Rabu (22/10) petang itu diberangkatkan ke pemakaman.

Kakak sepupu korban, Kiswanto, menuturkan korban selama ini memang dikenal sebagai pendukung Persis Solo dan selalu menonton setiap Persis Solo bermain. Biasanya juga, kalau menonton bertandingan Persis Solo di Manahan, Joko selalu mengajak putrinya yang kini duduk di bangku kelas 2 SMP itu, Fatmawati Galuh Saputri. “Kalau menonton biasanya putrinya diajak. Tetapi, kemarin (Rabu) Joko menonton sendiri saja, putrinya tidak ikut,” katanya kepada para wartawan.

Kerabat korban lainnya, Adi Sulistyo, mengaku mendapat kabar kematian korban sudah malam, sekitar pukul 20.00. Mendapat kabar bahwa korban telah meninggal dunia di RS Panti Waluyo dalam kerusuhan suporter di Stadion Manahan. Kabar itu pun membuat geger keluarga dan sebagian langsung pergi ke Solo untuk memastikannya. Apalagi sempat beredar kabar korban tewas tertembak.

Dikemukakan Adi Sulistyo, dari hasil otopsi korban tewas akibat luka tusukan benda tajam di dada kanan, dengan lebar dua centimeter dan kedalaman 8 centimeter hingga tembus paru-paru. Adi kepada para wartawan juga menyatakan pihak keluarga sudah menerima kematian korban. (MJ-07)