Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Rekanan Proyek Pacuan Kuda Arrowhead Park Jadi Tersangka

Rekanan Proyek Pacuan Kuda Arrowhead Park Jadi Tersangka

Ilustrasi Foto Metro/dok arrowheadstable
Ilustrasi
Foto Metro/dok arrowheadstable

UNGARAN – Penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan arena pacuan kuda Arrowhead Park tahap II, di Desa Tegalwaton, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menyeret tersangka baru. Kejaksaan Negeri (Kejari) menetapkan AY (33) warga Suruh, pemilik PT Tegar Arta Kencana selaku rekanan penggarap fasilitas pendukung sebagai tersangka.

“Yang bersangkutan kami sangkakan melanggar pasal 2 ayat 1 dan/atau pasal 3 ayat 1 UU UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Korupsi,” tutur Kepala Kejari Ambarawa Sila H Pulungan, Rabu (6/8/2014).

Menurut Sila, penetapan tersangka tersebut tertuang dalam surat perintah penyidikan nomor 994/O.342/Fd.1/06/2014 tertanggal 25 Juni 2014. Hasil penyidikan sebelumnya, di antaranya pemeriksaan saksi dan tersangka lain, Ade Fajar, didukung alat bukti lain seperti dokumen dan pengecekan lapangan, menunjukkan keterlibatan AY.

“Hasil pekerjaan fasiltas pendukung seperti stall atau kandang kuda, tribun tidak sesuai spesifikasi teknis yang ada di kontrak,” jelasnya.

Sebelumnya, penyidik kejaksaan telah menetapkan Ade Fajar, mantan Kabid Pengembangan Destinasi Wisata Disporabudpar, sebagai tersangka di dugaan penyimpangan proyek Tegalwaton. Pejabat pembuat komitmen (PPKom) proyek yang telah mutasi ke Dinas Pekerjaan Umum (DPU) tersebut dianggap bertanggungjawab atas munculnya ketidaksesuaian hasil pekerjaan, spesifikasi yang dikerjakan kontraktor dengan yang tertera di kontrak beda.

Diketahui, pembangunan tahap II arena pacuan kuda dan fasilitas pendukungnya tersebut dibiayai dana APBD Kabupaten Semarang 2012 sekitar Rp 12 miliar. Dana tersebut bantuan dari Pemprov Jateng dan pekerjaannya ditangani Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) atau sekarang Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar). Selain PT Tegar Arta Kencana, proyek tersebut juga di-handle PT Duta Mas Harmoni dan PT Harmoni Internasional Teknologi selaku penggarap lintasan pacuan. (MS-14)