Home > METRO BERITA > Kota Semarang Jadi Percontohan Sistem Akuntansi Berbasis Akrual

Kota Semarang Jadi Percontohan Sistem Akuntansi Berbasis Akrual

image

SEMARANG – Sebagai kota pertama dan satu-satunya di Indonesia yang mengaplikasikan sistem akuntansi berbasis akrual, Kota Semarang dipilih Swiss State Secretariat for Economic Affairs sebagai pelaksana On the Job Training (OJT) bagi pemda/pemkot lain se-Indonesia.

Sebagai langkah nyata, Senin (8/9/2014) Pemkot Semarang bekerjasama dengan LSP JPK Pratama dan State Secretariat for Economic Affairs (SECO), Swiss, mengadakan pelatihan Penerapan Sistem Akutansi Pemerintah Berbasis Akrual bertempat di Hotel Pandanaran Semarang.

Pelatihan tersebut merupakan fase kedua yang mana fase sebelumnya (September 2012-September 2013) dinyatakan sukses hingga diikuti 234 peserta dari 40 Kabupaten/ Kota se-Indonesia. Karena itu pihak SECO bekerjasama kembali untuk membangun kesuksesan.

Pada pelatihan kali ini tercatat sebanyak 27 orang dari 7 Kabupaten/ Kota di seluruh Indonesia yaitu Kabupaten Pasuruan, Jambi, Kota Baubau, Kota Timohon, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bangka dan Provinsi Sulawesi Selatanm enjadi peserta. Dengan waktu pelaksanan hingga 11 September mendatang.

Pada OJT tersebut, pelaksanaan sistem akuntansi berbasis akrual di Kota Semarang menjadi percontohan bagi kabupaten/ kota lain. Peserta dari berbagai daerah mendapat pengalaman dan praktik penerapan sistem akuntansi berbasis akrual di Kota Semarang.

Kepala LSP JPK Pratama, Bambang menyampaikan, pelatihan ini merupakanimplementasi Peraturan Pemerintah No 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintah, yang mana mengamanatkan seluruh pemerintah kota/kabupaten untuk menerapkan standar akuntansi pemerintah berbasis akrual paling lambat tahun 2015.

‘’Dengan diterapkannya sistem akutansi berbasis akrual dalam penyusunan laporan keuangan, maka laporan keuangan yang disajikan lebih transparan, akuntable, dapat dipertanggungjawabkan serta memenuhi syarat kewajaran,’’ harapnya. (MS-13)