Home > METRO BERITA > Kreatif, Indaryanto Menyulap Limbah Logam Jadi Miniatur Motor hingga Robot

Kreatif, Indaryanto Menyulap Limbah Logam Jadi Miniatur Motor hingga Robot

Indaryanto dan hasil olahannya dari limbah logam. Foto Metrosemarang
Indaryanto dan hasil olahannya dari limbah logam. Foto Metrosemarang

SEMARANG – Di tengah sulitnya mencari lapangan pekerjaan saat ini, tak sedikit penganggur yang bingung, stres, dan akhirnya putus asa. Padahal, begitu banyak hal di sekeliling kita yang bisa diusahakan menjadi sumber penghasilan. Untuk itu, yang diperlukan hanya sedikit kreativitas.

Indaryanto, warga Jalan Anjasmoro Tengah VI No 48, Kelurahan Karangayu, Semarang Utara, bisa menjadi salah satu sumber inspirasi. Selama lima tahun terakhir, Ind, nama panggilannya, menekuni usaha mainan miniatur dari logam.

Produk yang dibuat Indaryanto bukan dari bahan logam yang berharga mahal, melainkan dari limbah logam yang cukup banyak ditemukan di pasar-pasar loak. ‘’Bagi kebanyakan orang, limbah logam itu dianggap sudah tidak berguna. Tapi, buat saya itu barang yang sangat berharga,’’ kata Indaryanto di rumah sekaligus bengkel kerjanya, Rabu (10/12).

Pria kreatif ini memanfaatkan berbagai limbah logam seperti di antaranya paku, mur, baut, jeruji sepeda, dan lain-lain. Meski tidak mahal, limbah logam bukan lah kayu, sehingga terkadang merogoh kocek lebih dalam untuk membelanjakan limbah logam menyesuaikan detail miniatur yang dibuat.

Berbagai limbah logam yang diperolehnya dari pasar loak itu disulapnya menjadi berbagai mainan miniatur. Sebut saja, miniatur kapal laut, sepeda motor, mobil, dan robot hewan atau manusia. Dari limbah, miniatur itu pun menjadi barang yang bernilai jual tinggi.

Bapak dua anak ini mengaku, menekuni pembuatan berbagai miniatur itu, khususnya yang berbentuk sarana transportasi sejak 2009. Awalnya dari hobi menumpuk barang-barang bekas. Saat ini hasil karyanya sudah tersebar di berbagai kota. Selain di Kota Semarang juga di Magelang, Surabaya, Yogyakarta, hingga Jakarta.

Pemasaran produk kreatifnya masih mengandalkan pameran-pameran kerajinan meski sudah menembus berbagai kota. Baik pameran yang digelar pemerintah maupun oleh pihak swasta. ‘’Karena, saya belum memiliki toko sendiri. Sehingga hanya ikut pameran kerajinan,’’ ujarnya.

Harga yang dipatok Indaryanto untuk mainan hasil karyanya bervariasi mulai dari Rp5 0.000 hingga Rp 300.000. Bergantung model dan ukuran, seperti miniatur mobil dihargai Rp 200.000, kapal laut Rp 300.000, sepeda motor Rp 100.000-200.000, dan robot Rp 50.000. ‘’Untuk miniatur  motor lebih bervariasi lagi harganya karena ukurannya juga bermacam-macam,’’ terangnya.

Soal omzet, pria yang berprofesi guru ngaji privat ini mengaku tidak banyak, tapi lumayan karena menghasilkan uang dari penyaluran hobi. Miniatur yang dibuatnya kebanyakan memang sarana transportasi, tapi selektif dalam memilih model, yakni mobil dan sepeda motor klasik atau kuno. Miniatur robot juga lebih memilih model seperti di film Transformers produksi Amerika.

Indaryanto menuturkan mengolah limbah logam menjadi mainan miniatur tidak sulit. Setelah memperoleh logam bekas, lalu dibersihkan dan diamplas. Kemudian dibentuk sesuai bentuk yang diharapkan dengan menyolder semua sisi yang akan ditempel. Setelah semua terbentuk, terus pengecatan menggunakan cat pilok dengan cara disemprot. (MS-13)