Home > METRO BERITA > KSE Ajak Murid-murid SMP Theresiana Bermain Ular

KSE Ajak Murid-murid SMP Theresiana Bermain Ular

Siswa-siswa SMP Theresiana asyik bermain dengan ular yang dibawa KSE. Foto Metrosemarang/istimewa
Siswa-siswa SMP Theresiana asyik bermain dengan ular yang dibawa KSE. Foto Metrosemarang/dok KSE

SEMARANG – Komunitas Satwa Eksotik (KSE) Regional Semarang kembali mengadakan edukasi bergulir untuk mengenalkan satwa kepada siswa sekolah. Dalam edisi ‘Noctuday#9’ ini, KSE menyambangi SMP Theresiana Semarang, Sabtu (15/11).

Pada kesempatan tersebut, para siswa mendapat edukasi tentang ular gadung luwuk. Ular yang memiliki nama lain white lipped tree viper  atau bamboo pit viper ini punya bisa yang mematikan.

“Bisa ular ini, seperti umumnya family crotalinae, bersifat hemotoksin yang merusak system peredaran darah. Gigitannya pada manusia menimbulkan rasa sakit yang hebat, dan kerusakan jaringan di sekitar luka gigitan,” beber Wawan, Ketua KSE Region Semarang di hadapan para siswa.

Dalam menit-menit pertama setelah gigitan, lanjutnya, jaringan akan membengkak dan sebagian akan berwarna merah gelap. Menyusul terjadinya pembengkakan, rasa kaku dan nyeri yang meluas perlahan-lahan ke seluruh bagian yang tergigit.

“Rasa nyeri akan terasa terutama pada persendian antara luka dan jantung. Apabila tidak ditangani dengan baik, perdarahan internal dapat menyusul terjadi dalam beberapa jam sampai beberapa hari kemudian, dan bahkan dapat membawa kematian,” imbuh Wawan.

Wawan juga memberi pemahaman tentang habitat reptil yang juga biasa disebut ular bangkai laut ini. Menurut dia, ular gadung luwuk menyukai hutan bambu dan belukar. Ular ini merupakan penyumbang kasus gigitan ular terbanyak, yakni sekitar 50% kasus di Indonesia dan 2,4% di antaranya berakibat fatal.

Sementara, Catur Galih, selaku Pembina Pramuka SMP Theresiana mengapresiasi kunjungan KSE. “Kedatangan para anggota dari KSE ke sekolah kami sangat banyak manfaatnya bagi siswa. Terutama siswa telah secara singkat terbekali tentang pengetahuan jenis-jenis ular berbisa yang umum dan rumah sakit rujukan jika terkena gigitannya,” katanya.

Di sesi penutup siswa-siswa diberi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan satwa-satwa yang dibawa KSE. Bahkan, mereka juga memanfaatkan momen tersebut untuk berfoto selfie bareng ular, kadal, biawak, hingga iguana. (*)