Home > METRO BERITA > La Nina Terjang Pantura, Banjir dan Longsor Intai Warga Semarang

La Nina Terjang Pantura, Banjir dan Longsor Intai Warga Semarang

METROSEMARANG.COM – Badai La Lina yang melanda sebagian besar jalur Pantura Jawa Tengah membuat warga Semarang terancam terkena musibah banjir dan tanah longsor.

Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Agus Sudariyatno, Kepala Seksi Stasiun Klimatologi Klas I BMKG Kota Semarang bahkan menyebut dua bencana itu kini sangat berpotensi terjadi di Ibukota Jateng lantaran curah hujannya yang cukup tinggi.

“Intensitasnya mencapai 50 milimeter per jam sekarang,” kata Agus kepada metrosemarang.com, Jumat (23/9).

La Lina, ujar Agus, kini juga membuat iklim di Semarang memasuki musim peralihan (pancaroba) dari kemarau yang bersuhu hangat menjadi musim penghujan yang membawa udara basah. Badai La Lina telah menerjang Semarang sejak Agustus lalu.

“Meski saat ini dampaknya mulai melemah, namun kita justru mewaspadai pengaruh pancaroba dengan curah hujan yang tinggi,” kata Agus lagi.

Lebih jauh, ia memperkirakan berdasarkan gambaran di citra satelit, curah hujan yang meninggi bakal terjadi hingga tiga hari ke depan. Untuk puncaknya akan berlangsung hingga pertengahan Oktober nanti.

“Makanya, potensinya sekarang bisa terjadi banjir jikalau drainase di perkotaan tidak berjalan dengan baik. Selain itu, di Semarang bagian atas kemungkinan juga terjadi longsor di tebing-tebing yang curam,” terang Agus.

Di lain pihak, kantor Stasiun Meteorologi Semarang pada hari ini pukul 14.50 WIB mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di beberapa wilayah.

Seorang prakirawan menyatakan sore ini masih terjadi hujan lebat disertai petir serta angin kencang. Daerah-daerah yang diterjang cuaca ekstrem sore ini yaitu Kabupaten Grobogan, Demak, sebagian Wonogiri.

Cuaca ekstrem, kata prakirawan itu diperkirakan berlangsung hingga pukul 16.00 WIB. “Dan meluas ke Semarang bagian Timur, Jepara bagian Selatan, Kudus bagian Selatan dan Barat juga eks-Karesidenan Surakarta bagian Timur dan Selatan,” tukasnya. (far)