Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Langgar Izin Tinggal, WN Cina Ditangkap Petugas Imigrasi

Langgar Izin Tinggal, WN Cina Ditangkap Petugas Imigrasi

METROSEMARANG.COM – Empat warga negara (WN) Cina terjaring razia pekat yang dilakukan petugas Imigrasi di enam wilayah Jawa Tengah. Saat ini, mereka tengah menjalani proses pemeriksaan secara ketat di Rudenim Semarang.

Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

“Diduga kuat mereka melanggar pasal 116 karena tidak melapor lokasi pekerjaannya, serta melanggar izin batas tinggal di Indonesia,” ungkap Muhammad Diah, Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Tengah dan Yogyakarta di kantornya, Jumat (28/10).

Diah lantas menguraikan bahwa secara keseluruhan terdapat 19 warga asing yang dicokok petugasnya dari razia pekat yang dilakukan sejak Kamis kemarin malam.

Dari 19 warga asing itu, enam di antaranya ditangkap saat berada di Semarang. “Enam warga asing yang ditangkap di Semarang, tiga dari Sri Langka, dua Cina dan satu Mesir,” tegasnya.

Lalu, kata Diah, seorang warga Korea Selatan (Korsel) diamankan saat berada di Solo karena memakai visa liburan untuk bekerja. Sedangkan, dua warga Thailand ditangkap karena tak membawa paspor di Wonosobo.

Selanjutnya berturut-turut, empat warga asing ditangkap di Pati akibat masa kunjungannya telah berakhir, tiga warga asing asal Korsel dan Cina ikut diringkus di Cilacap serta tiga warga Belanda, Cina dan Yaman juga ditangkap di Pemalang.

Ia menyatakan, razia pekat keimigrasian kali ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia sesuai instruksi Menkumham Yassona Laoly tepat saat peringatan Hari Dharma Karyadhika pada bulan ini.

Lebih jauh, ia mengungkapkan semua warga asing itu tak berkutik saat diperiksa oleh petugasnya. Sebab, petugasnya langsung sigap bergerak di sejumlah tempat setelah mengantongi nama-nama yang jadi target operasi.

“Tiap daerah kita terjunkan personel dalam jumlah banyak. Makanya, di setiap daerah dapat mengamankan satu sampai tiga warga asing,” ujarnnya.

Ia mengatakan penyelidikan di Rudenim Semarang saat ini masih berlangsung. Mereka yang kedapatan melanggar visa dan izin kerja terancam kena cekal dari pemerintah Indonesia. Ini jadi salah satu upaya pemerintah untuk menegakan hukum keimigrasian bagi warga asing yang tinggal di tiap daerah.

“Agar keberadaan mereka terap dalam pengawasan kita sehingga tetap menghormati perundang-undangan yang berlaku di negeri ini,” jelasnya.

Tak cuma itu saja, katanya. Ia bahkan mengancam bakal menyeret warga asing yang jelas terbukti melanggar pidana ke meja hijau melalui jalur pro yustisi

“Satu-satunya opsi, mereka harus memperbaiki izin tinggal dan paspornya jika masih ingin menetap di Indonesia,” tutupnya. (far)