Home > METRO BERITA > Lapak Sementara Segera Dibangun di Jalan Depan Pasar Waru

Lapak Sementara Segera Dibangun di Jalan Depan Pasar Waru

METROSEMARANG.COM – Lapak darurat sementara di jalan depan Pasar Waru segera dibangun untuk korban kebakaran. Jumlah pedagang yang menjadi korban kebakaran tercatat 517 pedagang.

Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Tridjoto Sardjoko mengatakan, kebakaran Pasar Waru di Sawah Besar menghanguskan 4 los dan 404 lapak. Dari jumlah itu pedagangnya 350 orang. Tapi di luar itu masih ada pedagang pancaan yang biasanya berjualan di sela-sela blok ada sebanyak 167 pedagang. Sehingga jika ditotal korban kebakaran berjumlah 517 pedagang.

Sejumlah pedagang korban kebakaran sedang mengais sisa barang-barangnya yang terbakar, Sabtu (19/11). Pemkot Semarang akan membangun lapak sementara bagi mereka di jalan depan pasar. Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh
Sejumlah pedagang korban kebakaran sedang mengais sisa barang-barangnya yang terbakar, Sabtu (19/11). Pemkot Semarang akan membangun lapak sementara bagi mereka di jalan depan pasar. Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

“Jumlah korban kebakaran itu yang akan diberikan bantuan kedaruratan di jalan depan pasar dengan dibuatkan lapak darurat sementara,” kata Tridjoto Sardjoko ditemui di lokasi kebakaran, Sabtu (19/11).

Pembangunan lapak darurat sementara tersebut menunggu proses administrasi penetapan kondisi darurat bencana oleh Wali Kota Semarang. Setelah itu proses pencairan bantuan keuangan dari Dinas Pendapatan Keuangan Daerah (DPKAD). Baru kemudian dibangunkan  lapak darurat sementara di jalan tersebut. ‘’Mungkin mulai minggu depan,’’ katanya.

Lapak darurat sementara hanya dibangun untuk korban kebakaran saja. Sebab dari total sekitar 650an pedagang Pasar Waru tidak semuanya jadi korban kebakaran. Seperti pemilik kios yang ada di bagain depan dan samping pasar tetap di lokasinya saat ini. Adapun untuk penyebab kebakaran belum diketahui dan kewenangan kepolisian yang menyelidikinya.

Diakui, Pasar Waru pernah terbakar tahun 2011 karenanya semua bangunan saat ini semi permanen. Pasar tersebut rencananya dibangun tahun 2017. Namun karena ada kejadian kebakaran lagi rencana pelaksanaan pembangunan akan dipercepat.

‘’Untuk bantuan korban kebakaran yang memiliki tanggungan di bank akan diupayakan oleh Wakil Wali Kota Semarang. Kami belum tahu regulasinya. Tentunya perlu pendekatan dulu ke perbankan,’’ kata Tridjoto Sardjoko. (duh)