Home > METRO BERITA > Larangan Menyalakan Samsung Galaxy Note 7 Merebak di Bandara Ahmad Yani

Larangan Menyalakan Samsung Galaxy Note 7 Merebak di Bandara Ahmad Yani

METROSEMARANG.COM – Otoritas Bandara Internasional Ahmad Yani menyebar banner pemberitahuan larangan menyalakan ponsel seri teranyar, Samsung Galaxy Note 7 di dalam kabin pesawat terbang. Larangan itu berlaku mulai Rabu (14/9) kemarin hingga nota pelarangan itu dicabut oleh Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub.

Larangan penggunaan Samsung Galaxy Note 7 yang disebar di area Bandara Ahmad Yani. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Larangan penggunaan Samsung Galaxy Note 7 yang disebar di area Bandara Ahmad Yani. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Dian PS, General Manager and Section Head PT Angkasa Pura I Bandara International Ahmad Yani Semarang, menyatakan Garuda Indonesia telah memulai kebijakan itu dan untuk saat ini giliran pihaknya yang menindaklanjuti larangan yang diberitahukan oleh Kemenhub.

Ia menyebut pelarangan mengaktifkan Samsung Note 7 sudah sesuai Surat Edaran Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Nomor 18 tahun 2016.

“Pak Dirjen menginstruksikan semua Unit Penyelenggara Bandar Udara, Badan Usaha Bandar Udara sampai Penyelenggara Bandar udara agar memastikan tidak menyalakan baterai lithium, power bank dan Samsung Galaxy Note 7,” tegasnya.

Dalam edaran itu, penumpang juga diminta melepaskan baterai lithium, powerbank serta mematikan Samsung note 7 bila kepergok diperiksa di bagasi pesawat. “Tapi tetap boleh dibawa dalam kondisi mati,” paparnya.

Bahaya pemakaian Samsung Note 7 ini berawal dari informasi yang menyebutkan bahwa telepon pintar itu meledak tatkala dicas di pesawat. Bahkan, Federation Aviation Administration (FAA) juga mengeluarkan peringatan itu.

Kendati demikian, ia tak bisa memastikan sampai kapan pelarangan akan berakhir. Seluruh keputusan ada di tangan Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub. (far)