Home > METRO BERITA > Launching Kampanye Peringatan Hari Anti Kekerasan terhadap Anak

Launching Kampanye Peringatan Hari Anti Kekerasan terhadap Anak

METROSEMARANG.COM – Yayasan Setara kembali menggelar Yearly Event yang ke-7 melalui kampanye peringatan hari anak internasional dan 20 hari anti kekerasan terhadap anak 2016. Launching acara berita tersebut dilaksanakan di Joglo Taman Budaya Raden Saleh Semarang, Minggu (20/11) pagi.

Yayasan Setara

Pada launching 20 hari anti kekerasan terhadap anak 2016 ini diadakan workshop bagi anak-anak yang tergabung dalam forum anak di bawah naungan Yayasan Setara. Workshop tersebut bertajuk Pengembangan Media Kampanye Sosial dengan tema Pengaruh Negatif Internet dan Sosial Media. Ada enam forum anak yang hadir dalam workshop tersebut yaitu forum anak Bugangan, Kuningan, Gunungsari, Kanal Sari, Tambak Sari, Karang Tempel.
“Ada materi kolase, musik, dan teater, nanti anak-anak bisa memilih mengikuti yang mana,” beber Ika Camelia, Direktur Program Yayasan Setara.

Kampanye hari anti kekerasan terhadap anak, mengusung tema Peran Keluarga mencegah Kekerasan dan Eksploitasi Seks terhadap Anak, Pengaruh Negatif Internet dan Sosial Media. Menurut Ika, kegiatan yang diinisiasi Yayasan Setara berangkat dari meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak baik fisik, psikis, seksual termasuk didalamnya pengaruh internet dan media sosial. Perlu ada pencegahan dari lingkungan terdekat yaitu keluarga dan  partisipasi orang tua dalam pencegahan kekerasan.
“Mereka harus aware dengan apa yang dialami atau dilakukan anak-anak selain pencegahan ke masyarakat umum,” imbuhnya.

Kasus kekerasan selama 2016 tercatat sebanyak 90 kasus dengan korban jenis kelamin perempuan 31 orang, laki-laki 59 orang. Rincian, kasus kekerasan seksual 34 kasus (16 perempuan, 18 laki-laki), kekerasan lainnya 56 kasus (15 perempuan, 41 laki-laki).

Ika berharap media massa dapat berpartisipasi mengabarkan dan menyebarluaskan isu perlindungan anak. Khususnya pencegahan dan penanganan korban  kekerasan dan eksploitasi seksual anak kepada pemerintah dan lapisan masyarakat, sehingga bersama-sama dapat bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan perlindungan anak. (vit)