Home > METRO BERITA > METRO SPORT > Lawan Persibat, PSIS Tak Sekadar Cari Aman

Lawan Persibat, PSIS Tak Sekadar Cari Aman

METROSEMARANG.COM – PSIS Semarang harus melakoni laga hidup mati kontra Persibat Batang pada matchday pamungkas babak 16 besar Liga 2 di Stadion Moch Soebroto Magelang, Rabu (11/10). Head coach Subangkit menegaskan timnya tak akan sekadar cari aman dan tetap mengincar kemenangan atas Laskar Banteng Alas Roban.

PSIS mengincar kemenangan atas Persibat untuk memuluskan langkah ke babak 8 besar. Foto: metrosemarang.com

Berstatus pemuncak klasemen dengan keunggulan tiga  poin dari Persibat dan PSMS Medan, Mahesa punya kans paling besar untuk mewakili Grup B di babak 8 besar. Hasil seri sudah cukup mengantarkan Haudi Abdillah cs untuk lolos tanpa harus menunggu hasil pertandingan tim lain.

Namun, Subangkit tak mau berisiko mengingat posisi timnya masih rawan tergusur. “Kami memang dalam posisi bagus untuk lolos, hasil seri mungkin sudah cukup. Tapi, kami tetap fokus membidik kemenangan atas Persibat,” kata dia, Senin (9/10).

Persaingan memerebutkan dua tiket babak 8 besar dari Grup B masih cukup ketat. PSIS memimpin dengan 10 poin, disusul Persibat dan PSMS yang sama-sama mengemas 7 poin. Sedangkan Persita Tangerang berada di dasar klasemen dan baru mengoleksi poin 4.

Jika kalah dari Persibat dan PSMS menang atas Persita, PSIS bisa dipastikan masuk kotak. Meski poin akhir sama-sama 10, Mahesa Jenar kalah head to head dari kedua pesaingnya tersebut.

Namun PSIS masih bisa lolos sekalipun kalah dari Persibat, dengan catatan PSMS gagal memetik poin penuh di kandang Persita. Hanya saja status juara grup jadi milik Persibat.

Subangkit optimistis anak buahnya mampu move on dari kekalahan atas PSMS pada laga sebelumnya. Pelatih asal Pasuruan itu bakal mendapat amunisi tambahan dengan kembalinya Rio Saputro dan Safrudin Tahar di lini pertahanan.

Salah satu kendala yang bisa mengganggu adalah kebugaran pemain usai menempuh perjalanan dari Medan. Hanya saja, kapten Haudi Abdillah dipastikan tidak bisa merumput karena suspensi.

“Pemain-pemain yang kemarin absen sudah kembali, tapi kami tidak bisa memainkan Haudi Abdillah karena akumulasi kartu. Yang jelas saya hanya akan memainkan pemain yang benar-benar siap. Mudah-mudahan dengan kondisi lapangan yang cukup bagus, anak-anak bisa menampilkan permainan terbaik,” tandasnya.

Sementara, Wahyu Winarto mewakili Panpel PSIS memberikan alasan pemilihan Stadion Moch Soebroto untuk menggelar laga terakhir babak 16 besar. Selain kapasitas yang lebih besar, home base PPSM Magelang itu dianggap punya tuah buat Mahesa Jenar.

“Kami belajar dari pengalaman laga perdana di Stadion Kebondalem Kendal. Saat itu penonton membeludak sampai sentel band dan akhirnya berujung denda dari Komdis. Stadion Moch Soebroto punya ukuran lebih besar. Kami juga memiliki pengalaman bagus saat main di Magelang,” ujarnya.

Stadion Moch Soebroto merupakan home base ketiga PSIS sepanjang babak 16 besar. Saat menjamu PSMS, Tim Ibukota Jateng menggunakan Stadion Kebondalem Kendal. Selanjutnya, Mahesa Jenar memakai Stadion Citarum untuk menjamu Persita, Selasa (3/10).

Pada tiga kunjungan ke Magelang, PSIS selalu sukses memetik kemenangan. Setelah menang 3-1 pada musim kompetisi Divisi Utama 2014, PSIS kembali menang 3-0 di ISC B 2016. Selanjutnya pada fase grup Liga 2, jawara Liga Indonesia 1999 itu melumat PPSM 5-0.

“Pertandingan ini sangat krusial, tapi kami berharap pemain tetap bisa bermain lepas. Dukungan dari suporter juga sangat penting, karena bagaimanapun mereka adalah pemain ke-12 bagi tim,” imbuh Wahyu Winarto, yang juga menjabat GM PSIS.

Untuk harga tiket, Panpel membanderol tribun timur dan selatan Rp 25 ribu, barat Rp 50 ribu dan VIP Rp 75 ribu. Nantinya tribun timur akan diisi Panser Biru. Sedangkan SneX akan menempati sisi utara tribun barat dan suporter Persibat ditempatkan di tribun barat bagian selatan. (twy)