Home > Berita Pilihan > Lawang Sewu Gelap Gulita saat Earth Hour 2016

Lawang Sewu Gelap Gulita saat Earth Hour 2016

METROSEMARANG.COM – Kota Semarang memperingati Earth Hour pada malam ini, Sabtu (19/3), dengan cara unik. Warga setempat mematikan lampu selama sejam mulai pukul 20.30-21.30 WIB. Pemerintah kota juga memadamkan lampu penerang jalan umum yang berada di deretan jalan protokol.

Tak hanya itu saja. Lampu yang berada di kompleks gedung perkeretaapian Lawang Sewu juga dipadamkan. Sekelompok anak muda yang tengah berkumpul di pelataran Lawangsewu pun menyalakan lilin secara bersama-sama.

Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Acara peringatan Earth Hour di Lawang Sewu diinisiasi oleh Komunitas Pecinta Ilmu Falak bersama Himpunan Astronomi Amatir Semarang (HAAS). Ada 30 orang yang menyalakan lilin di situ. Mereka berselfie dan pada bagian lain ada yang membacakan puisi untuk memeriahkan acara.

“Saya baru pertama kali ikutan dan ternyata seru juga. Saya bisa tahu kalau hemat energi itu penting sekali karena dapat mengurangi polusi cahaya,” kata Zulfiahfif, kepada metrosemarang.com.

Sementara itu, Ketua Komunitas Pecinta Ilmu Falak UIN Walisongo, Unggul Suryo Ardi berharap Earth Hour yang digelar di Lawang Sewu berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Sebab, kegiatan ini dapat mengurangi pemakaian listrik di pusat kota sehingga polusi cahaya pun dapat ditekan.

“Manfaatnya bagus buat pusat kota. Kita dapat mengedukasi warga agar mengurangi energi listrik yang tak terpakai. Yang jelas, kami mendukung program ini,” ujar Unggul.

Mahasiswa Ilmu Falak ini mengajak anggotanya untuk berpartisipasi langsung supaya dapat bersama-sama mengurangi energi listrik. “Saya juga dapat pengalaman berharga di sini. Mana tahu saya besok tidak bisa ikut acara beginian lagi,” ungkap pria 21 tahun ini.

Dilain pihak, Indra Setiawan anggota HAAS menyebut Lawang Sewu dipilih jadi venue Earth Hour karena gedung perkeretaapian kuno itu jadi ikon Semarang sejak lama. Selain Semarang, Earth Hour juga dihelat serentak di Masjid Baiturrahman Banda Aceh, Monumen Nasional (Monas) Jakarta dan Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

“Ini yang kedua kalinya di Semarang. Sebelumnya kami helat acara serupa tahun 2009 silam,” terang Indra seraya menambahkan bahwa momentum ini harus dapat mengubah gaya hidup warga jadi hemat energi. (far)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link