Home > METRO BERITA > LBH Semarang Tangani 34.119 Korban Pelanggaran Hak atas Pangan

LBH Semarang Tangani 34.119 Korban Pelanggaran Hak atas Pangan

catahu lbh

METROSEMARANG.COM – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Semarang menyatakan telah menangani 34.119 orang yang menjadi korban kasus dugaan pelanggaran hak atas pangan. Direktur LBH Semarang, Musbakhul Munir mengatakan bila kasus yang telah diselesaikan oleh pihaknya terdapat 12 jenis.

“Itu yang telah kami beri pendampingan selama periode Januari hingga Desember tahun ini,” kata dia, saat menghadiri kegiatan akhir tahun lembaganya yang bertajuk ‘Catatan Akhir tahun 2015, Membunyikan Lonceng Kematian’, di Taman Budaya Raden Saleh Jalan Sriwijaya Semarang, Rabu (16/12).

Berdasarkan data yang dihimpun dari LBH Semarang, sepanjang tahun ini kasus-kasus yang telah ditangani antara lain sengketa hutan Desa Cemoro di Temanggung, PHK buruh di PT Purindera Nusaraya, proyek Pasar Peterongan, penggusuran PKL di Jalan Sawah Besar Semarang dan kriminalisasi penulis buku kontroversial Ahmad Fauzi oleh FPI.

Kemudian berturut-turut terdapat kasus pencemaran limbah di Sayung Demak, sengketa upah buruh Karang Surya Profilindo, proyek reklamasi kawasan mangrove di Kampung Tapak Tugu, kriminalisasi aktivis anti korupsi, sengketa pabrik semen di Pati, sengketa pabrik semen di Rembang serta kasus Dayunan Sukorejo di Kendal.

Dari ke-12 kasus yang telah ditangani oleh LBH Semarang, perkara yang paling menonjol ialah sengketa pabrik semen Rembang yang melibatkan ratusan warga di seputaran Pegunungan Kendeng dengan PT Semen Gresik. Untuk menyelesaikan kasus ini, Gubernur Ganjar Pranowo terpaksa turun tangan untuk meredam konflik antara kedua belah pihak.

“Selain itu, kami juga mendampingi sengketa pabrik semen dengan warga Kabupaten Pati. Itu melibatkan ratusan warga desa yang terancam kehilangan asupan air bersih,” tuturnya.

Untuk menuntaskan kasus dugaan pelumpuhan hak atas pangan terhadap 34.119 orang, pemerintah daerah setempat diminta melakukan penyelidikan terhadap indikasi pelanggaran tersebut. (far)