Lhaiske, Pelaku Parkir Liar bakal Didenda Rp 500 Ribu

image

SEMARANG – Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Semarang sedang menyusun rancangan peraturan daerah (raperda) tentang lalu lintas. Di dalamnya termasuk akan mengatur sanksi tegas bagi pelaku parkir liar dengan denda hingga Rp 500 ribu.

Kepala Bidang Parkir Dishubkominfo Kota Semarang Tri Wibowo mengatakan, raperda ini disusun karena selama ini belum ada dasar regulasi bagi penindakan parkir liar. Hal tersebut membuat sanksi yang diberikan oleh petugas terkesan masih lemah. Pelaku parkir liar menjadi tidak jera dan terus mengulangi pelanggarannya.

‘’Oleh karena itu, tahun ini kami mengajukan raperda tentang lalu lintas. Draf raperda tersebut masih dalam tahap pembahasan di bagian hukum,’’ katanya Minggu (28/9/2014).

Menurutnya, perda lalu lintas nantinya tidak hanya mengatur masalah parkir saja. Tapi juga mengatur angkutan umum, trafficmanagement, dan pengujian kendaraan bermotor. Selama ini pihaknya belum memilik perda yang mengatur secara detail soal lalu lintas angkutan jalan. Dalam perda ini akan diatur mulai dari pengaturan sampai dengan sanksi tegas.

Tri Wibowo menambahkan, perda tersebut akan ditekankan pada sanksi denda yang cukup besar. Sebab, tindakan pencabutan pentil, penggembosan, hingga merantai kendaraan yang selama ini sempat dilakukan tidak membuahkan hasil efektif. Pelaku pelanggar parkir masih saja membandel.

‘’Memang dalam perda nanti sanksi lebih ditekankan terhadap denda. Baik jukir (juru parkir) maupun pengendara akan kita kenakan sanksi. Dalam raperda ini sanksi kita harapkan jauh lebih tinggi, seperti di DKI itu mobil sampai diderek dan dikenakan denda Rp 500 ribu bagi jukirnya,’’ kata Tri Wibowo.

Selama ini, lanjutnya, jukir yang melanggar hanya dikenakan tipiring (tindak pidana ringan) dengan denda Rp 50 ribu. Pihaknya telah menyusun rancangan perda dengan sanksi denda antara Rp 250 ribu sampai Rp 500 ribu.

‘’Tingginya denda diharapkan bisa membuat jera pelanggar. Dan sistem pembayaran denda itu kita juga akan terapkan langsung melalui bank, sehingga tidak ada aliran ke petugas,’’ tandasnya. (MS-13)

Post Author: Tri Wuryono