Home > METRO BERITA > METRO SPORT > Libur Ramadan, PSIS Matangkan Skema Serangan

Libur Ramadan, PSIS Matangkan Skema Serangan

METROSEMARANG.COM – Masa jeda kompetisi bakal dimaksimalkan PSIS untuk membenahi skema serangan. Pelatih Subangkit ingin pemainnya tak sekadar mendominasi permainan tapi juga lebih sering menciptakan peluang.

Pemain PSIS tetap berlatih sekalipun menjalani puasa, Senin (29/5). Foto: metrosemarang.com

PSIS masih kalah produktif dibanding pesaingnya di Grup 4 Liga 2, Persis Solo. Dari lima laga, Mahesa Jenar ‘baru’ menghasilkan tujuh gol, sementara Laskar Sambernyawa sudah 9 kali menjebol gawang lawan.

Subangkit juga tak memungkiri jika anak asuhnya masih kerap menyia-nyiakan peluang. Padahal di tim ini dihuni top skor Indonesia Soccer Championship (ISC) B 2016, Johan Yoga dan mantan penggawa Timnas M Ridwan.

Kemenangan atas PPSM pada laga terakhir sebelum libur puasa dinilai tak terlalu istimewa. Di pertandingan tersebut, PSIS tampil loyo dan miskin peluang. Tercatat hanya dua peluang matang yang dihasilkan, di mana satu sukses dikonversi menjadi gol oleh Safrudin Tahar.

“Di masa libur kompetisi ini akan kami benahi sejumlah aspek permainan. Salah satunya organisasi serangan. Saya mau anak-anak tidak asal main long pass, tapi bisa melakukan build up dari bawah,” beber Subangkit, Senin (29/5).

Dengan mengalirkan serangan dari pertahanan sendiri setidaknya tim bisa memiliki kans lebih besar menciptakan peluang ketimbang hanya mengandalkan Johan sebagai target man. “Mudah-mudahan dalam ujicoba selama bulan puasa ini sudah ada peningkatan,” tegasnya.

PSIS dijadwalkan melakoni tiga kali friendly match di bulan Ramadan. Dimulai pada 3 Juni mendatang dengan menjamu Persijap Jepara. Dilanjutkan away ke kandang PSS Sleman pada 10 Juni dan menjamu tim yang sama, 17 Juni.

Senin sore tadi penggawa Mahesa Jenar kembali menggelar latihan perdana di bulan puasa setelah libur selama lima hari. Pada sesi latihan kali ini ada lima pemain yang belum bergabung dengan berbagai alasan, yakni Johan Yoga, Hari Nur, Juni Riyadi, Ilham Arfil dan Imam Baihaqi. (twy)