Home > METRO BERITA > Lifter Kebanggaan Semarang Rayakan Haornas di Balik Jeruji Besi

Lifter Kebanggaan Semarang Rayakan Haornas di Balik Jeruji Besi

METROSEMARANG.COM – Menjelang perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang jatuh pada 9 September besok, Bagus Danu justru meringkuk dalam jeruji besi. Atlet angkat besi yang pernah menorehkan prestasi gemilang bagi Semarang itu, mendekam di bui karena terjerat kasus pencurian sepeda motor (curanmor) belum lama ini.

Bagus Danu saat dibesuk jajaran Dinpora Kota Semarang. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Bagus Danu saat dibesuk jajaran Dinpora Kota Semarang. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Ia saat ini sedang berada di titik nadir akibat tersangkut masalah kriminal. Padahal, ia sebelumnya sedang mempersiapkan fisik secara matang untuk mengikuti kejuaraan nasional di Jakarta.

“Tapi, kebutuhan ekonomi memaksa saya harus mengalami hal ini,” akunya, Kamis (8/9).

Ia pun frustrasi dengan sikap pemerintah yang abai terhadap nasib atlet-atlet berprestasi sepertinya. Sebab, ia jarang diikutkan pertandingan setingkat regional maupun nasional walaupun rutin berlatih mengangkat beban di sasananya.

Atas alasan itulah, kondisi psikologisnya merosot hingga memaksanya melakukan tindakan kriminal. “Itu juga berpengaruh pada semangat latih dan penghasilan saya. Apalagi, saya cuma pendapatan dari bonus ketika tiap menyabet juara,” kata Danu lagi.

“Saya cuma pengin kembali angkat besi, karena itu hidup saya. Saya merasa ada potensi. Tapi kerap dicadangkan,” terangnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Sosial Pemuda dan Olahraga (Dinsospora) Semarang, Gurun Riyatmoko menyayangkan kondisi Danu yang justru terjembab ke dalam lembah hitam. Pasalnya, Danu merupakan lifter yang mengharumkan nama baik Ibukota Jateng.

Karena itulah, ia berjanji akan melakukan upaya terbaik untuk mengembalikan mental sang atlet agar dapat berkibar kembali.

“Dan ketika tersandung masalah, kita tentu berusaha melakukan yang terbaik,” paparnya.

Gurun menambahkan, permasalahan Bagus menjadi bahan evaluasi antara pemerintah dengan induk organisasi dalam pembinaan atlet dengan harapan permasalahan serupa tidak terjadi di kemudian hari. (far)