Home > Berita Pilihan > Lika-liku Mantan Pecandu Keluar dari Jerat Narkoba

Lika-liku Mantan Pecandu Keluar dari Jerat Narkoba

METROSEMARANG.COM – Lima penghuni Rumah Damping Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah tampak antusias mengikuti pelatihan potong rambut pada Rabu (1/3) kemarin. Mata mereka tertuju pada tangan Tom Fadillah, sang instruktur mulai memperkenalkan peralatan potong rambut.

Penghuni Rumah Damping BNNP Jateng praktik potong rambut, Rabu (1/3). Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumiĀ 

Mereka dikenalkan dengan peralatan seperti gunting, razor, macam-macam sisir serta kegunaannya. Mereka juga diajarkan bagaimana menyesuaikan gaya rambut agar sesuai dengan bentuk wajah klien. Selain itu mereka juga diajarkan bagaimana teknik-teknik dalam memotong rambut.

Gerak-gerik tangan Tom tampak luwes memperkenalkan berbagai alat tersebut. Sesekali gurauan-gurauan kecil dilontarkan sehingga tawa keluar dari mulut para mantan pecandu narkoba ini.

Usai melakukan pelatihan secara teori, mereka kemudian praktik memotong rambut dengan objek teman sesama penghuni Rumah Damping. Mereka praktek di depan Rumah Damping BNN Jateng yang terletak di Jalan Nangka Barat No.1, Lamper Kidul, Semarang.

Ardiansyah Tri Hendrasaputra, salah seorang mantan pecandu yang mengikuti pelatihan tampak memperhatikan dengan teliti saat rambut temannya mulai disentuh Tom. Mata Ardiansyah tak berkedip melihat tangan Tom memberi arahan area mana yang harus dipotong terlebih dahulu.

Usai diberi arahan akhirnya Ardiansyah menjadi peserta pertama yang mempraktikkan potong rambut. Gemetar tangan Ardiansyah terlihat saat mulai menyentuh rambut temannya yang akan ia potong. Tom selalu mengingatkan kepada Ardiansyah harus mengutamakan 3K.

“Ingat kecepatan, ketepatan, dan kerapian,” ujar Tom sembari mengawasi Ardiansyah.

Ini merupakan pengalaman pertama Ardiansyah menjadi pemotong rambut. Ia tampak mengikuti pelatihan dengan antusias.

“Ya siapa tahu setelah keluar dari sini nanti bisa buka barber shop untuk mata pencaharian,” ujar Ardiansyah usai praktik memotong rambut.

Ardiansyah merupakan warga Bandarjo, Ungaran. Ia masuk di Rumah Damping sejak 14 Februari lalu. Ia mengatakan sebelumnya ada pertemuan anak jalanan dengan pihak BNN di salah satu alun-alun di Ungaran.

“Mereka bilang yang ada niatan ingin berubah silakan ikut, dan tidak ada paksaan,” ujar Ardiansyah.

Waktu itu ia merasa tergugah untuk berubah. Sehingga ia bersama beberapa temannya datang ke Rumah Damping.

Ardiansyah berkisah, ia mulai mengenal barang haram tersebut sejak SMP. Waktu itu ia mengenal berbagai macam obat-obat terlarang hingga Ganja.

“Yang terakhir ini gorila (tembakau sintetis), tapi dulu waktu SD sudah kenal alkohol juga sih,” ujar Ardiansyah.

Ardiansyah merupakan salah satu dari tujuh orang pecandu yang tinggal di Rumah damping BNN. Namun dua orang temannya sudah bekerja di salah satu jasa ekspedisi di Semarang dan di salah satu perusahaan Bandeng Presto.

Mereka akan menjalani berbagai kegiatan di Rumah Damping selama 50 hari. “Ada pelatihan potong rambut, membuat kue, ternak jangkrik, sama kedepan kayaknya mau pelatihan sablon. Hal itu dimaksudkan agar menjadi bekal mereka saat kembali ke tengah masyarakat,” ujar Kepala Seksi Pascarehabilitasi BNN Jateng, Sardiyanto.

Yanto, sapaan Sardiyanto, menilai selama ini banyak pecandu yang sebenarnya ingin keluar dari jerat narkoba. Namun, mereka gagal karena tidak memiliki keterampilan yang memberikan kesibukan. Alhasil, mereka pun kembali ke kebiasaan buruknya menjadi pecandu narkoba.

“Harapannya setelah keluar dari Rumah Damping BNN Jateng ini, mereka bisa memanfaatkan keterampilan itu. Syukur-syukur bisa dijadikan kesibukan sekaligus mata pencaharian,” pungkasnya. (fen)