Home > METRO BERITA > Lokalisasi Gambilangu (1): Tak Diakui Tapi Rutin Memberi ‘Rezeki’

Lokalisasi Gambilangu (1): Tak Diakui Tapi Rutin Memberi ‘Rezeki’

Ilustrasi
Ilustrasi

GAMBILANGU merupakan kompleks lokalisasi yang terdapat di dua wilayah, Kota Semarang dan Kabupaten Kendal. Gambilangu Semarang terletak di Dukuh Rowosari Atas Kelurahan Mangkang Kulon Kecamatan Tugu Kodya Semarang, sedangkan Gambilangu Kendal terletak di Dukuh Mlaten Atas Kelurahan Sumberejo Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal. Orang banyak menyingkat Gambilangu dengan sebutan GBL.

Sebenarnya kompleks lokalisasi Gambilangu ini dulunya terletak dalam wilayah Kabupaten Kendal tetapi sejak tahun 1976 dengan adanya pemekaran wilayah Kodya Semarang maka sebagian wilayah kompleks lokalisasi yang sebelumnya masuk wilayah Kabupaten Kendal menjadi wilayah Semarang. Sehingga sampai saat ini lokalisasi Gambilangu terbagi menjadi dua wilayah Semarang dan Kendal.

Untuk menandai pemisahan, masing-masing daerah mendirikan tugu sebagai batas wilayah. Sungguh aneh dan lucu sekali karena dua wilayah tersebut tidak mau mengakui dan memasukkan wilayah Gambilangu dalam wilayahnya masing-masing. Dua daerah ini mendirikan tugu sebagai batas wilayah di luar Gambilangu dan terkesan tidak mau menarik Gambilangu ke dalam wilayahnya. Mungkin karena keberadaan Gambilangu sebagai daerah kompleks lokalisasi sehingga dua daerah tersebut tidak mau mengakui Gambilangu sebagai bagian wilayahnya.

Di dalam kompleks lokalisasi pun batas-batas antara wilayah Kotamadya Semarang dan Kabupaten Kendal tidak begitu jelas. Anehnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang didapat dari pajak wilayah Gambilangu tetap masuk kas daerah dua wilayah tersebut. Ini merupakan salah satu kendala yang berarti untuk penanganan permasalahan lokalisasi dan praktik pelacuran yang ada di daerah Gambilangu Semarang dan Kendal.

Nama Gambilangu berasal dari kata gambir dan langu. Gambir merupakan nama sebuah pohon yang banyak tumbuh di daerah tersebut. Buah pohon ini biasanya dikonsumsi oleh para orang tua untuk menggosok giginya atau sekadar dikunyah (nginang) untuk membersihkan mulut. Bau buahnya langu, bau khas yang hanya dimiliki oleh pohon gambir.

Sekarang nama Gambilangu secara resmi hanya dipakai oleh salah satu Dukuh yang masih terdapat dalam wilayah Kelurahan Sumberejo, Dukuh Gambilangu. Di dekat daerah itu, terdapat tempat penimbunan kayu (TPK) KPH Kendal yang masih menggunakan nama TPK Gambilangu.

Nama Gambilangu sudah tidak dipakai lagi karena adanya perluasan wilayah Kotamadya Semarang pada tahun 1976 yang mencakup sebagian wilayah Gambilangu masuk menjadi wilayah Kotamadya Semarang. Namun nama Gambilangu tidak lekang oleh waktu meski secara resmi sudah tidak dipakai lagi. Tidak heran daerah-daerah yang ada sekarang walaupun sudah berganti nama masih disebut sebagai Gambilangu.

Gambilangu kemudian berubah nama menjadi Sumberejo. Perubahan nama ini tidak jelas kapan terjadinya. Mungkin saja terjadi pada tahun 1976 pada saat adanya perluasan wilayah Kotamadya Semarang. Kelurahan Gambilangu berubah menjadi Kelurahan Sumberejo. Sumberejo berasal dari kata sumber dan rejo. Dulunya di daerah tersebut terdapat sumber air dan dikonsumsi oleh orang banyak. Rejo sendiri artinya adalah ramai. Sumberejo berarti sumber air yang daerahnya ramai dihuni oleh penduduk.Tapi meski sudah berubah, daerah Sumberejo masih dikenal dengan nama Gambilangu. (MS-08)