Home > METRO BERITA > Longsor Mengancam Semarang, Inilah Titik-titik yang Harus Diwaspadai

Longsor Mengancam Semarang, Inilah Titik-titik yang Harus Diwaspadai

METROSEMARANG.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang sudah memetakan sejumlah titik di 11 kecamatan yang berpotensi longsor. Selain itu, keberadaan Kelurahan Siaga Bencana (KSB) diharapkan bisa mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana.

Longsor di Winong Sari RT 1 RW 12 Kelurahan Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan, Rabu (27/1) dinihari. Foto: metrosemarang.com/dok
Longsor di Winong Sari RT 1 RW 12 Kelurahan Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan, Rabu (27/1) dinihari. Foto: metrosemarang.com/dok

Kepala BPBD Kota Semarang Iwan Budi Setiawan memaparkan, sedikitnya ada 51 titik rawan longsor di 49 kelurahan di 11 kecamatan. Seperti Kecamatan Banyumanik, Candisari, Gajahmungkur, Pedurungan, Semarang Selatan, Semarang Barat, Ngaliyan, Tugu, Mijen, Gunungpati, dan Tembalang.

Paling banyak di Semarang Barat ada 9 titik, Tembalang 8 titik, dan Ngaliyan 7 titik. ”Kami imbau masyarakat mengenali lingkungannya. Jika ada rekahan-rekahan tanah itu bisa menunjukkan akan terjadi tanah longsor,” kata Iwan saat mendampingi Wali Kota Semarang meninjau lokasi longsor di Lempongsari, Rabu (16/11).

Mengantisipasi kejadian tanah longsor dan bencana lain di daerah rawan itu, pihaknya sudah membentuk Kelurahan Siaga Bencana (KSB) di 23 kelurahan. KSB ini selalu siap siaga sewaktu-waktu terjadi bencana.

Untuk kejadian tanah longsor di Lempongsari sendiri, pihaknya sudah memberikan bantuan sembako, perlengkapan tidur, dan menutup lokasi longsor dengan terpal untuk antisipasi terjadi longsor susulan. Serta bantuan sosial langsung dari wali kota. (duh)