Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Luapan Sungai Kendal Genangi Tujuh Kelurahan dan Jalur Pantura

Luapan Sungai Kendal Genangi Tujuh Kelurahan dan Jalur Pantura

METROSEMARANG.COM – Normalisasi Sungai Kendal ternyata belum cukup ampuh mencegah banjir yang merendam tujuh kelurahan di kabupaten setempat. Banjir dengan ketinggian 30 centimeter juga menggenangi jalur Pantura Kendal, Sabtu (24/9) pagi.

Banjir menggenangi jalur Pantura Kendal, Sabtu (24/9) pagi. Foto: metrojateng.com
Banjir menggenangi jalur Pantura Kendal, Sabtu (24/9) pagi. Foto: metrojateng.com

Air luapan dari Sungai Kendal di Kelurahan Kebondalem Kecamatan Kota Kendal  ini sudah terjadi sejak subuh tadi. Air mengalir ke permukiman warga karena posisi pemukiman lebih rendah dari tanggul sungai.

Tujuh kelurahan yang terendam banjir yakni Kebondalem, Langenharjo, Balok, Ngilir, Trompo, Pegulon dan Patukangan. Selain menggenangi permukiman warga banjir yang disebabkan curah hujan yang tinggi ini juga merendam jalur Pantura Kendal.

Padahal Sungai Kendal baru saja selesai dinormalisasi, namun debit air yang tinggi tidak mampu ditampung sungai yang melintas di tengah Kota Kendal itu. Ketinggian air di pantura Kendal mencapai 30 centimeter, akibatnya kendaraan yang melintas harus berjalan pelan. Tidak hanya itu pelajar sebuah SMP negeri yang berada di jalur pantura ini harus menerjang genangan untuk masuk ke dalam sekolah.

Menurut warga, sebelumnya air tidak masuk hingga ke dalam rumah hanya menggenangi jalan masuk. Namun kali ini air semakin tinggi sehingga warga terpaksa mengamankan barang miliknya ke tempat yang lebih tinggi. “Padahal kan sudah dikeruk malah makin parah, tapi kalau belum dikeruk mungkin lebih parah lagi dari ini Mas,” ujar Sugiri warga Kebondalem Kendal.

Luapan Sungai kendal juga mengakibatkan tembok sepanjang 50 meter di tanggul sungai ambruk. Sementara itu sejumlah warga binaan Lapas kelas IIA Kendal membersihkan sampah yang menyumbat di bawah jembatan jalur pantura agar lancar.

“Kita sejak pagi langsung turun membersihkan sampah yang menyumbat aliran sungai. Tidak perlu menunggu laporan, kita kerahkan warga binaan untuk bersihkan sungai. Minimal air tidak terganggu dan lancar mengalir sampai ke muara,” tegas Kepala Lapas Kelas IIA Kendal, Agus Dwi Setiyabudi. (metrojateng.com/MJ-01)