Home > METRO BERITA > Sosialita > Mafatihur Rofahiyah, Selaraskan Ilmu Dunia dan Akhirat

Mafatihur Rofahiyah, Selaraskan Ilmu Dunia dan Akhirat

MENUNTUT ilmu merupakan kewajiban bagi setiap manusia. Pun dengan Mafatihur Rofahiyah yang menganggap bahwa ilmu yang dipelajari harus bisa seimbang antara kebutuhan dunia dan akhirat.

Foto: metrosemarang.com/dok pribadi
Foto: metrosemarang.com/dok pribadi

“Harus seimbang antara ilmu dunia dan akhirat. Karena jika hanya mengejar salah satunya saja, maka kita akan brjalan dengan pincang,” kata gadis kelahiran Kendal, 21 Maret 1995.

Baginya, ilmu dunia hanya berguna sebagai bekal kehidupan di dunia saja, seperti ilmu untuk mencari pekerjaan, profesi, jabatan, dan kemewahan-kemewahan yang bersifat duniawi. Sedangkan, manusia khususnya umat muslim pada masanya akan berurusan dengan alam akhirat. Untuk itu, perlu memperdalam pengetahuan agama seperti ilmu tentang fiqih, alquran, dan tauhid.

“Sejak SMA saya sudah merasa nyaman menuntut ilmu agama di pesantren. Saya juga bercita-cita ingin menjadi guru ngaji untuk anak-anak,” kata mahasiswi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Walisongo.

Baginya, dengan menanamkan ilmu agama sejak dini pada anak, nantinya kalau mereka jadi orang sukses tetap mempunyai karakter. Dengan begitu, generasi muda bisa terhindar dari kebobrokan moral yang semakin masif.

“Jika seseorang itu tahu ilmu agama, maka insya Allah akan mudah diatur,” cetusnya. (din)