Home > METRO BERITA > METRO KAMPUS > Mahasiswa Undip Tingkatkan Kreativitas Anak Tunanetra melalui Puzzle Braille

Mahasiswa Undip Tingkatkan Kreativitas Anak Tunanetra melalui Puzzle Braille

METROSEMARANG.COM – Lima mahasiswa Psikologi Undip berhasil menciptakan puzzle braille yang bermanfaat mendongkrak kreativitas anak tunanetra dalam belajar membaca di ruang kelas.

Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Menurut si pembuat puzzle, Rafa tergolong anak pintar dan cepat tanggap setiap diberi materi membaca memakai puzzle.

“Puzzle ini bisa membantu Rafa membaca huruf-huruf braille lebih cepat. Sehingga tumbuh kembangnya menjadi semakin baik,” sahut

Alania Fitri, perwakilan tim puzzle braille dari Fakultas Psikologi Undip mengatakan anak-anak tuna netra cukup terbantu menghafal huruf memakai puzzle braille. Sebab, menurutnya di tiap kepingan terdapat huruf dan dapat dirangkai menjadi sebuah suku kata.

“Ini inovasi bagus agar mereka bisa bermain sekaligus belajar membaca,” kata Alania, Rabu pagi (17/8).

Untuk mempraktekannya, Alania kerap berkonsultasi dengan guru di kelas tuna netra SLB Negeri Semarang. Dan sang guru merekomendasikan agar puzzle buatannya dicoba pada seorang anak tuna netra. “Saya pengin mematenkan karya ini biar disebarluaskan ke masyarakat umum,” sahut temannya, Dana Bestari.

Ia membuat puzzle braille bersama keempat temannya, karena sedih melihat tumbuh kembang anak tuna netra yang melambat.

“Ketika gurunya ngasih tahu kalau proses belajar membaca di sini agak lama, maka saya berinisiatif membuatkan sebuah puzzle yang dilengkapi braille. Dan Rafa kami pilih karena dia anak yang punya daya tangkap cukup bagus di antara teman-temannya,” terangnya lagi.

Meiska Yusrona Kamila, temannya yang satu lagi mengatakan juga tertarik memberi metode pembelajaran yang inovatif bagi anak berkebutuhan khusus. “Makanya, begitu proporsal karya ilmiah kita disetujui oleh Kemenristekdikti, langsung kita ngebut buat puzzlenya,” sambungnya.

Ia berharap puzzle braille mampu menjadi penyemangat Rafa kala belajar membaca. Sebab, Rafa baginya merupakan asa dibalik kondisi serba terbatas di lingkungan SLB. (far)