Home > METRO BERITA > METRO SPORT > Mahesa Jenar Matangkan Skema Serangan

Mahesa Jenar Matangkan Skema Serangan

METROSEMARANG.COM – PSIS Semarang terus mematangkan konsep permainan jelang bergulirnya putaran kedua babak 16 besar Indonesia Soccer Championship (ISC) B. Organisasi penyerangan menjadi salah satu fokus yang ingin dibenahi pelatih Eko Riyadi.

Yogi Ardianto (rompi merah) resmi berpisah dengan PSIS. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono
Yogi Ardianto (rompi merah) resmi berpisah dengan PSIS. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono

PSIS akan mengawali putaran kedua dengan menjamu PSPS Pekanbaru di Stadion Jatidiri pada Minggu (30/10) mendatang. Skuat Mahesa Jenar ditarget bisa memetik poin maksimal sekaligus revans atas tim yang mengalahkan mereka di putaran pertama tersebut.

Tampil di kandang, Eko pun mengisyaratkan timnya bakal tampil lebih agresif demi memforsir kemenangan. Dalam beberapa sesi latihan terakhir, sang pelatih terus mengasah organisasi penyerangan Johan Yoga dkk.

“Kami akan tampil berbeda dibanding saat main di Pekanbaru. Organisasi penyerangan terus dibenahi karena saya ingin tim ini bisa mengkreasikan banyak peluang untuk dikonversi menjadi gol,” kata Eko, Jumat (21/10) sore.

Pelatih 48 tahun ini tak akan melakukan perubahan frontal saat meladeni Askar Bertuah. Skema main 4-2-3-1 masih menjadi pilihan utama dengan variasi 4-3-3 atau 4-4-2.

Absennya Feri Ariawan karena akumulasi kartu juga sudah diantisipasi eks pembesut Persitema Temanggung. Dedi Cahyono Putro, M Yunus maupun Hari Nur Yulianto disiapkan untuk mengisi pos gelandang serang tengah.

“Ada beberapa alternatif (pemain) yang akan saya coba dalam sesi latihan. Nantinya akan saya lihat dalam ujicoba terakhir lawan Unnes pekan depan,” bebernya.

Eko juga masih menunggu kesiapan Bayu Andra, Tegar Pribadi dan Rio Saputra yang harus menepi karena gangguan cedera. Dia berharap mereka bisa pulih tepat waktu.

Sebelumnya PSIS dipastikan kehilangan kiper Fajar Setya Jaya untuk jangka waktu lama. Shot stopper muda itu mengalami cedera parah saat lawan Persekap Pasuruan, 9 Oktober silam dan harus masuk ruang operasi.

Sementara, Ganjar Mukti Muhardiyana sampai saat ini juga belum bergabung bersama tim. Mantan defender Bali United Pusam sudah dua pekan meninggalkan Semarang untuk mengikuti proses seleksi calon anggota TNI.

Satu nama lagi yang dipastikan menghilang dari skuat Ibukota Jateng adalah Yogi Ardianto. Gelandang lokal Semarang tersebut terpental dari persaingan di lini tengah Mahesa Jenar dan resmi dicoret pada awal pekan ini.

“Yogi memang sudah tidak menjadi bagian tim setelah away dari Ciamis. Keputusan ini murni pertimbangan teknis karena pos gelandang di skuat PSIS sudah terlalu gemuk, setelah bergabungnya pemain baru di putaran 16 besar,” jelas Wahyu ‘Liluk’ Winarto, Manajer Tim PSIS.

Pada babak 16 besar ISC B, PSIS menambah delapan penggawa anyar dan dua di antaranya berposisi sebagai gelandang tengah, yakni Bayu Andra dan Iwan “Samson’s Wahyudi. Sebelumnya armada Eko Riyadi juga dihuni Ahmad Agung, Edy Anto, M Yunus dan Feri Ariawan yang biasa mengisi lini sentral Mahesa Jenar. (twy)