Home > METRO BERITA > METRO INFO > Malam Ini, Pembukaan Pameran “De Vrouw” di Semarang Contemporary Art Gallery

Malam Ini, Pembukaan Pameran “De Vrouw” di Semarang Contemporary Art Gallery

“De Vrouw - From Koloniale Tentoonstelling to Women Figure Today”
“De Vrouw – From Koloniale Tentoonstelling to Women Figure Today”

Koloniale Tentoonstelling merupakan expo kelas dunia sebagai perayaan peringatan 100 tahun kemerdekaan Belanda lepas dari penjajahan Prancis (semasa dipimpin Napoleon Bonaparte yang berhasil menduduki negeri Belanda), yang jatuh pada tahun 1913.

Atas inisiatif pemerintah Belanda, akan diadakan perayaan di tanah jajahan Hindia Belanda pada tahun 1914. Perayaan ini menggunakan lahan seluas 26 hektar milik raja gula Oei Tiong Ham dan diisi oleh 80 paviliun. Event yang dikatakan sebagai 10 expo terbesar di dunia pada saat itu, banyak menampilkan aspek budaya Nusantara, disamping juga sebagai expo dagang dari beberapa perusahaan yang ada di Hindia Belanda, bahkan ada paviliun dari Negara Jepang, Australia dan China. Banyak peristiwa, tokoh yang terlibat serta respon terhadap event ini, baik respon negatif maupun imbas secara positif, terutama sesudah penyelenggaraannya.

Salah satu paviliun yang ada di Koloniale Tentoonstelling tahun 1914 tadi adalah paviliun De Vrouw (Perempuan). Paviliun ini hadir sebagai efek dari suksesnya pameran yang berisi peran dan aktifitas perempuan Belanda yang dilaksanakan pada April hingga September 1913 di Amsterdam.

Paviliun De Vrouw diinisiasi oleh seorang tokoh perempuan yaitu Ellise Henriette van Hoevell yang dulunya juga ikut serta menggelar expo De Vrouw di Amsterdam, dimana salah satu buyutnya (yang seorang kostum desainer) sekarang datang ke Semarang untuk memberikan sebuah penghormatan kepadanya melalui keberadaan pameran ini melalui kontribusi yang dibuktikan lewat berkarya, reproduksi visual sebagai interpretasi dan pembacaan baru sosok nenek buyutnya pada konteks hari ini.

Pada pameran “De Vrouw – From Koloniale Tentoonstelling to Women Figure Today” tahun 2014 ini, selain menampilkan kembali sejarah tentang Koloniale Tentoonstelling (termasuk juga paviliun De Vrouw tahun 1914), juga akan berupaya memberi makna baru ‘De Vrouw’, yakni bagaimana perempuan Indonesia berperan dalam konteks budaya pada masa kuno, kini dan nanti.

Secara khusus menampilkan tokoh perempuan Semarang dan Jawa Tengah, yakni RA Kartini, Nyonya Meneer, NH Dini, Retno Marsudi, Marie Elka Pangestu & Anne Avantie.

Pameran diselenggarakan di Semarang Contemporary Art Gallery, Jl. Taman Srigunting no. 5-6, Semarang. Pembukaan pameran tanggal 19 September 2014, pukul 17.30 WIB, oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dr. Marie Elka Pangestu).

Pameran berlangsung hingga 4 Oktober 2014. Jam buka galeri 08.30 – 16.30 WIB (ren)

Sumber: Semarang Gallery