Home > METRO BERITA > METRO SPORT > Manajemen Terbentuk, PSIS Kebut Persiapan Tim

Manajemen Terbentuk, PSIS Kebut Persiapan Tim

METROSEMARANG.COM – Setelah terdepak dari Indonesia Soccer Championship (ISC) B, PSIS langsung bergerak cepat untuk persiapan kompetisi musim depan. Tim berlogo Tugu Muda ini telah merampungkan pembentukan manajemen dan diharapkan bisa secepatnya mempersiapkan skuat dengat target promosi ke kasta tertinggi.

PSIS mulai berbenah dan membentuk manajemen baru untuk persiapan kompetisi musim depan. Foto: metrosemarang.com
PSIS mulai berbenah dan membentuk manajemen baru untuk persiapan kompetisi musim depan. Foto: metrosemarang.com

Manajemen baru PSIS dikukuhkan pada hari ini, Sabtu (19/11). Jajaran kepengurusan lama masih tetap dipertahankan, namun ada beberapa pergeseran tugas dan wewenang. Wahyu ‘Liluk’ Winarto yang sebelumnya menjabat sebagai Manajer Tim, mulai musim depan akan bertugas sebagai General Manajer.

“Untuk manajemen baru juga ada tambahan divisi baru, yakni Direktur Kompetisi yang diisi oleh Pak Kairul Anwar. Sedangkan jabatan CEO masih tetap dipegang Mas Yoyok Sukawi dan Direktur Teknis Mas Setyo Agung Nugroho,” kata Liluk.

Adapun jabatan Manajer Tim PSIS dipercayakan kepada Dimas Aribowo. Dimas Ari Wibowo merupakan nama baru di PSIS. Selama ini, dirinya diketahui banyak membantu Yoyok Sukawi mengurus Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Jateng.

Menurut Liluk, manajemen baru ini akan mulai bertugas mempersiapkan perangkat tim, termasuk ofisial maupun pemain. “Dengan terbentuknya manajemen baru ini, kami juga ingin melakukan persiapan lebih dini untuk kompetisi musim depan. Targetnya tentu saja promosi ke ISL. Tapi, sebagai langkah awal kami akan mempersiapkan ofisial tim terlebih dulu, mungkin pekan depan,” urainya.

Setelah terbentuk ofisial tim, kata dia, akan dilanjutkan dengan perburuan pemain. Namun, Liluk mengisyaratkan jika pemain-pemain PSIS yang berlaga di ISC B kemarin akan mendapat prioritas.

“Tentunya setelah terbentuk ofisial tim, kami akan mulai menyeleksi pemain. Siapa saja yang akan dipertahankan dan pemain-pemain baru  yang didatangkan untuk menambah kualitas tim,” imbuhnya lagi.

Pada gelaran ISC B 2016, skuat Mahesa Jenar harus terhenti di babak 16 besar. Dari evaluasi yang dilakukan manajemen, mepetnya persiapan tim menjadi salah satu biang kegagalan Johan Yoga cs. “Sesuai instruksi CEO, kami harus melakukan persiapan yang benar-benar matang untuk kompetisi musim depan sehingga hasilnya juga maksimal,” tukasnya. (twy)